Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sangat serius mempersiapkan transformasi menuju tourism 4.0. Langkah awal yang dilakukan adalah mengubah budaya dan sekaligus penguatan sumber daya manusia (SDM). Dalam Rakornas II kali ini, Kemenpar fokus transformasi untuk aparatur sipil negara (ASN). Berikutnya kemenpar akan membidik SDM dari industri pariwisata dan media.
Sekarang ini masyarakat sudah 70 persen menggunakan media digital untuk melakukan berbagai aktifitasnya. Termasuk di dalamnya untuk berwisata. Melihat kondisi tersebut Kemenpar tidak mau dianggap telat dalam menghadapi situasi tersebut. Kemenpar ingin bergerak cepat supaya bisa beradaptasi dengan keinginan masyarat. Karena itu dibutuhkan perubahan yang besar dalam SDM khususnya untuk ASN baik di kementarian maupun Sekolah Tinggi Pariwisata di bawah naungan Kemenpar terlebih dahulu.
“70 persen orang pakai digital, dunia digital akan sama, digital tourism juga akan sama, tidak ada titik balik, banyak yang bisa dikerjakan, tapi Kemenpar sepakat akan mulai dari Sumber Daya Manusia,” kata Arief Yahya kepada infobisnis, Kamis (4/7) dalam acara Konferensi pers Rakornas II Pariwisata di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta.
Dalam Rakornas yang mengangkat tema Curriculum & Training Wonderful Indonesia Digital Tourism (WIDI) Champion 4.0, Menteri Pariwisata, Arief Yahya menyoroti tentang kualitas Sumber Daya Manusia di bidang pariwisata. Di era 4.0 seperti saat ini kualitas SDM yang mumpuni di bidang pariwisata tentu saja menjadi unsur penting.
“Kunci dalam grand strategi pariwisata era industri 4.0 (tourism 4.0) adalah SDM dan ini sebagaimana program yang ditetapkan Presiden Jokowi tahun ini yakni fokus pada SDM,” ujar Arief Yahya.
“Saya tidak mau menunda. Ini memanfaatkan apa yang sudah dicanangkan Pak Presiden, bahwa pemerintah sekarang fokus di pengembangan Sumber Daya Manusia Indonesia yang unggul,” ujarnya lagi.
Strategi besar (grand strategy) tersebut meliputi Strategic Theme: Wonderful Indonesia Digital Tourism 4.0, Strategic Imperatives for Transforming Tourism HR to Win Global Competition in Industry 4.0, 5 Technology Enabler, 9 Key Initiatives for Discipline Executions, dan Pentahelix Collaboration Approach.
Dari penyelenggaraan Rakornas ll tersebut diharapkan bisa dihasilkan masukan untuk menentukan arah kebijakan dan strategi pengembangan SDM pariwisata dalam jangka pendek dan menengah.