Di era digital saat ini, rekam segala aktivitas kita akan selalu ada atau kerap disebut dengan jejak digital. Terutama di media sosial, identitas pribadi kita berbentuk segala perilaku yang kita lakukan. Kita akan dikenal sebagai apa tergantung komentar juga postingan kita.
Maka ketika di media sosial, banyak yang harus kita perhatikan seperti menggunakan identitas asli agar berjejaraing, berdiskusi berjalan lebih baik jika lawan bicara juga mengenal kita. Toleransi harus tetap dibangun, harus terus diingat Indonesia memiliki keragaman dan sudut pandang.
Richard Paulana, COO TMP Event mengatakan, sebagai warga digital kita tentu dibebaskan untuk berpendapat di media sosial namun tetap harus mengikuti peraturan yang berlaku. Tentu di media sosial bukan sebuah tempat untuk berdebat, maka diharuskan tidak mengeluarkan sebuah isu yang dapat menimbulkan konflik yang dapat mengakibatkan ancaman.
“Di media sosial meskipun terkesan santai, kita masih tetap diwajibkan untuk bertutur kata sopan dan menghargai orang lain dengan berkomentar tidak seenaknya ataupun jika ingin menegur sebaiknya melalui pesan pribadi agar tidak banyak diketahui orang,” ungkapnya saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (7/9/2021).
Jadikanlah media sosial sebagai tempat untuk berjejaring seperti fungsi awalnya dulu tentu dengan lebih positif. Richard menyebut, media sosial sebagai tempat terbaik untuk menghimpun keluarga, saudara dan kerabat yang tersebar. Perannya dapat mempertemukan kembali kerabat yang jauh dan sudah tidak lama bertemu. Media sosial juga sebagai media penyebaran informasi karena informasi terkini sangat mudah menyebar, dalam beberapa menit saja kita dapat menerima informasi bahkan berita yang baru terjadi.
“Media sosial sudah seperti media milik pribadi seseorang sehingga ketika ada hal luar biasa terjadi dipastikan para pengguna media sosial langsung membagikan ke media sosial. Citizen journalism pun kerap disebut bagi para pengguna media sosial yang gemar membagikan kejadian terkini yang terjadi di sekitarnya. Itu tidak masalah jika memberitakan sesuai fakta bukan kebohongan,” ungkap Richard.
Media sosial dapat memperluas jaringan pertemanan, kita dapat berkomunikasi dengan siapa saja bahkan dengan orang yang tidak kita kenal. Jaringan ini penting terutama kita yang sedang membangun bisnis, jaringan ini dapat menjadi pendukung bisnis kita maupun konsumen. Nyatanya media sosial pun dapat digunakan sebagai sarana mengembangkan keterampilan dan sosial. Bagaimana belajar cara beradaptasi, bersosialisasi dengan publik dan mengelola jaringan pertemanan.
Webinar juga menghadirkan pembicara Didno (Ketua Relawan TIK Indramayu) dr katherine (praktisi kesehatan), Reza Haryo (Konsultan Bisnis Spire Consulting), dan Shinta Putri sebagai Key Opinion Leader.












