Budaya menurut Koentjaraningrat ialah gagasan dan rasa, tindakan dan karya yang dihasilkan oleh manusia dalam kehidupan masyarakat. Budaya juga sebuah cipta, karya dan karsa manusia. Maksudnya Tuhan memberikan fitrah kepada manusia untuk menciptakan hal-hal lain.
Nurrul Baety Tsani, Relawan TIK Jawa Barat memiliki pendapat jika manusia di muka bumi sebagai pejuangan yang memakmurkan bumi menebar kasih sayang. Begitu juga saat masuk dalam era digital sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari karena teknologi akan terus berkembang. Namun ada satu nilai yang dipegang khususnya untuk masyarakat Indonesia yakni Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika harus selalu menaungi kita dalam menjalani kehidupan di ruang digital.
Maka yang harus dilakukan ialah menjadi masyarakat digital yang menjalani nilai pancasila seperti selalu menebar cinta kasih yang menjadi dasar nilai sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa. Saling menyayangi meskipun berbeda agama atau kepercayaan, tidak memaksakan agama, melarang beribadah hingga merayakan perayaan agama.
“Menjadi netizen yang adil atau setara memperlakukan orang lain dengan perlakuan yang sama tanpa melihat latar belakang. Menghormati segala perbedaan yang ada termasuk untuk kedudukan, jabatan yang membuat menjadi semena mena. Inilah nilai sila kedua Kemanusiaan yang adil dan beradab,” ungkapnya saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (7/9/2021).
Mengutamakan kepentingan Indonesia di atas kepentingan pribadi dan kelompok, termasuk bagaimana memiliki produk lokal ketimbang buatan luar negeri. Ini merupakan nilai harmoni yang sesuai dengan sila ketiga persatuan Indonesia. Nilai demokratis sesuai dengan sila keempat Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
“Artinya masyarakat diberikan kebebasan berekspresi, jika kita berbeda pandangan bukan sesuatu masalah. Namun dapat kita buatkan suatu ruang diskusi yang sehat. Indonesia terbiasa dengan musyawarah untuk membahas sesuatu.” jelasnya.
Terakhir, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia atau sila kelima memiliki nilai utamanya gotong royong. Bagaimana nilai gotong royong menjadi nilai yang terus melekat pada masyarakat Indonesia. Kekeluargaan, kerjasama, kerja keras, peduli sesama dan tidak mengeksploitasi orang lain.
Webinar juga menghadirkan pembicara Lucia Palupi (Digital Konten Music Producer), Mario Antonius Birowo (Dosen Atmajaya Yogyakarta), Ismita Saputri (founder Kainzen Room), dan Diza Gondo sebagai Key Opinion Leader.












