Media sosial sebenarnya diciptakan sebagai tempat untuk berjejaring dan tentu sangat membantu para warga digital. Hingga kini media sosial masih menjadi tempat terbaik untuk menghimpun keluarga, saudara dan kerabat yang tersebar. Perannya dapat mempertemukan kembali kerabat yang jauh dan sudah tidak lama bertemu.
Media sosial masih sebagai media penyebaran informasi sebab jika melalui media sosial informasi sangat mudah menyebar, cukup hanya beberapa menit terdapat berita yang baru saja terjadi. Hal tersebut kerap dilakukan oleh para pemilik media sosial yang memainkan peran sebagai citizen journalism.
“Media sosial bagi para pebisnis dapat melakukan promosi semakin luas luas, membangun jaringan bisnis hingga semakin dengan dengan konsumen melalui konten-konten yang dihasilkan,” ungkap Richard Paulana, COO TMP Event dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (15/9/2021).
Namun dalam bermedia sosial agar dampaknya selalu positif seperti saat tujuan media sosial ini diciptakan. Maka para penggunanya harus sadar untuk sama-sama menjaga. Sebab kini media sosial menjadi salah satu ladang dari tumbuh suburnya hoaks, bukan salah platform karena mereka sendiri sudah maksimal utnuk memerangi konten negatif termasuk hoaks.
Para masyarakat digital yang harus memiliki SMART yakni Sabar, Melek, Amati, Rem dan Teliti. Sabar, tidak terburu-buru dalam membagikan informasi yang beredar di media sosial dan juga tidak langsung percaya.
“Netizen harus melek, maksudnya cermati alamt situs, pastikan keaslian dan kredibilitas situs. Amati juga dengan memeriksa foto jangan sampai foto manipulasi atau foto yang sudah lama lalu ditampilkan kembali,” jelasnya,
Pastikan netizen media sosial selalu injak rem atau diartikan sebagai stop informasi yang datang hanya untuk kita tidak disebarkan lagi. Dan terakhir, teliti yakni dengan membaca artikel secara utuh, tonton video dari awal hingga akhir dan pastikan judul sesuai dengan isi.
Webinar juga menghadirkan pembicara Giri Lukmanto (Peneliti Mafindo), Chairi Ibrahim (Konsultan digital marketing), Ahmad Rofahan (Ketua RTIK kabupaten Cirebon), dan Deya Oktarissa sebagai Key Opinion Leader.












