Saat ini orang beramai-ramai membuat konten digital sebagai hiburan mengisi waktu luang, mempromosikan produk bisnisnya hingga mengulas sebuah barang atau jasa sesuai pengalaman. Konon konten kini menjadi kunci dalam hidup di media sosial, apalagi untuk promosikan bisnis maupun keahlian yang dimiliki.
Dede Muhammad Multazam, program director Komuji Indonesia menuturkan, kecepatan, kelincahan, kemampuan komunikasi dan kecakapan digital adalah aset paling penting di era disrupsi Ini apalagi di masa pandemi. Salah satu konten yang kini diunggulkan yakni video. Laporan statistik Wyzowl, 63% bisnis telah memulai menggunakan pemasaran memakai konten video.
“Video meningkatkan konversi dan penjualan sebagian besar informasi yang dikirimkan ke otak kita bersifat visual. Jadi jika sudah ada gambar bisa meningkatkan penjualan secara besar-besaran,” ungkapnya saat menjadi pembicara dalam Webinar Literasi Digital Nasional di Kabupaten Garut pada Jumat (17/9/2021).
Selain itu, video diyakini membangun kepercayaan. Kepercayaan merupakan dasar dari perubahan dan penjualan. Video promosi juga bisa membantu membangun kepercayaan beberapa konsumen yang masih skeptis membeli produk dan menggunakan online shopping karena takut ditipu. Tapi video marketing yang efektif menghadirkan produk Anda dalam sebuah bentuk percakapan.
Selain untuk bisnis konten video juga mampu menampilkan bakat dan ‘jualan keahlian’ mereka. Sebutnya saja para pembawa acara, penyiar, pengisi suara, aktor, penyanyi dan mereka yang berprofesi memanfaatkan audio visual, konten video ini dapat ditampilkan di media sosial mereka. Sehingga para klien dapat melihat kemampuan sebelum menggunakan jasa mereka.
Webinar juga menghadirkan pembicara Felix Kusmanto (peneliti SDM), Tim Hendarwan (creative director), Ismita Saputri (founder Kainzen Room), dan Sari Hutagalung sebagai Key Opinion Leader.












