Internet adalah suatu jaringan komunikasi yang memiliki fungsi untuk menghubungkan antara media elektronik secara cepat dan tepat.
Steve Pattinama seorang konten kreator mengategorikan manfaat internet untuk bidang bisnis, bidang pendidikan, bidang informasi, bidang kesehatan, hingga bidang sosial dan hiburan.
Ia memaparkan, saat ini pengguna aktif internet berusia 16-64 tahun. Internet bisa berkembang karena bisa diakses 24 jam dan biayanya terjangkau, kemudahan akses informasi dan transaksi, mudah membangun relasi, serta bisa mengupdate apapun dengan mudah.
“Internet ternyata sudah memasuki seluruh aspek kehidupan kita. Kita harus terapkan budaya Indonesia ke dalam dunia digital,” tutur Steve dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (06/10/2021).
Memasukkan budaya Indonesia memiliki tujuan untuk meminimalisir ujaran kebencian dan komentar negatif. Banyak orang yang tidak memikirkan akibatnya hingga akhirnya banyak yang mempercayai hoaks.
“Ini bisa terjadi karena banyak pengguna internet yang belum memahami betul bagaimana cara berbudaya digital yang baik,” ungkapnya.
Budaya Indonesia yang kental seharusnya mempengaruhi kehidupan kita di dunia digital. Karena budaya ini menggabarkan karakter. Di Indonesia sendiri, budaya yang terkenal ialah sikap ramah, murah senyum, rasa empati yang tinggi, kreatif, dan baik hati.
Akan tetapi, Steve mengatakan di media digital banyak yang tidak menerapkannya. Misalnya pada kasus netizen Indonesia yang menghujat pasangan sesama jenis di Thailand, komentar pedas pada akun All England, hingga penyerangan akun Microsoft karena survei DCI.
Menurut Steve, pemicu hal tersebut bisa terjadi karena adanya respon berlebihan terhadap sebuah postingan yang jelek di mata kita, terlalu emosional sehingga menilai sesuatu dengan subjektif, dan mempunyai sikap judgmental tanpa mengetahui latar belakang.
Karena dunia digital nantinya akan terus berkembang, apabila kita tidak bisa mewariskan budaya baik dan positif, maka generasi selanjutnya pun tidak akan berbeda jauh dengan keadaan netizen saat ini. Solusinya, kita bisa kembali kepada karakter positif masyarakat indonesia, seperti ramah, sopan, empati, kreatif, dan baik hati. Sebab, kehidupan kita di dunia digital merupakan representatif kita di dunia nyata. Jadi, ketika kita bersikap buruk di media sosial maka akan dicap buruk juga di dunia nyata.
Webinar juga menghadirkan pembicara, Rabindra Soewardana (Direktur OZ Radio Bali), Mahabatis Shoba (RTIK Kota Cirebon), Ria Ariyanie (Praktisi Humas dan Komunikasi), dan Isnaini Arsyad sebagai Key Opinion Leader.












