Pemanfaatan digital sekarang sudah banyak digunakan untuk belajar bahkan untuk anak-anak yang ingin belajar membaca. Yuna Tresna Wahyuna Praktisi Pendidikan Anak Usia Dini menjelaskan, dimulai dari orang tua menyiapkan sarana untuk anak belajar mulai dari buku, alat peraga untuk mengenal huruf yang bisa di-download langsung di situs-situs penyedia printable anak.
“Biasanya orang tua yang kreatif tidak membeli buku belajar membaca langsung tapi mereka membuat sendiri dengan mencari di internet situs-situs yang menyediakan printable membaca. Terkadang kata-kata yang ingin diajarkan pun sesuai dengan yang diinginkan. Semua mudah dengan internet, semua gambar tersedia. Usahakan gambar yang nyata,” jelasnya saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (07/10/2021).
Nantinya huruf-huruf atau gambar yang bisa digunakan untuk membaca mereka print lalu menjadi sebuah alat peraga anak dalam belajar membaca. Selain itu, orang tua juga dapat memanfaatkan aplikasi belajar membaca yang bisa langsung dicari di play Store untuk Android atau juga sebelumnya mencari di Google.
Aplikasi belajar membaca itu sebenarnya bisa sangat membantu anak untuk mengenalkan kosakata kosakata baru. Misalnya salah satunya dengan metode fonik yang menampilkan gambar kata dan huruf sehingga anak bisa mengenal kosakata baru melalui gambar sekaligus kata.
Bagi orang tua yang ingin mulai mengenalkan kosakata baru, dapat memulai dengan gambar-gambar yang sudah dicari dari internet dan di-print. “Saya sebagai praktisi pendidikan anak usia dini yang menggunakan metode Montessori kami mengenali huruf dengan fonik dulu belum kata. Jadi anak-anak belum langsung membaca kata. Tetapi mereka langsung menyebutkan bendanya yang disusul hurufnya,” jelasnya.
Metode fonik untuk mengenalkan huruf dan mulai mengajarkan anak membaca tentu dapat dilihat lagu dan cara mengajarkan melalui YouTube. Orang tua kini tidak bingung dalam mulai mengajarkan anak mengenal huruf. Bahkan dengan semakin lengkapnya pengajaran ini di internet, bagi orang tua yang memiliki waktu banyak dengan anak dapat melakukan sendiri tanpa harus mendaftarkan anak ke sekolah anak usia dini. Semua bahan pelajaran, alat peraga dari gambar hingga lagu dan cara mengajarkan semua lengkap di internet.
Webinar juga menghadirkan pembicara, Littani Watimena (brand & communication strategist), Oman Komarudin (ketua RTIK Karawang), Ine Nirmala (Ketua Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Universitas Singaperbangsa Karawang), dan Martin Kax sebagai Key Opinion Leader.












