Sebagai seorang Content Creator atau Influencer di media digital menjaga jejak digital itu menjadi sebuah kewajiban. Sebab brand atau perusahaan yang ingin bekerja sama dipastikan akan melihat reputasi kita selama ini di dunia digital.
Menjadi sosok yang dikenal di masyarakat memang harus selalu terlihat baik. Bukannya bermaksud untuk hanya pencitraan di depan publik tapi memang sepatutnya seseorang yang sudah dikenal oleh banyak orang dapat memberikan contoh yang baik agar dapat diikuti oleh para pengikutnya. Menjadi seleb di media digital juga memiliki batasan privasi yang mungkin tipis karena pengikut kita terkadang menginginkan mengetahui diri kita lebih lanjut.
Namun, Benito Georgio seorang content creator menganggap privasi itu sangat penting meskipun kini dirinya banyak pengikut di Instagram. Tetapi jarang sekali mempublikasikan mengenai hal pribadi di ruang digital. Baginya di media sosial itu benar-benar hanya digunakan untuk dirinya berkarya dan bekerja.
“Saat ingin mem-posting sesuatu video ataupun foto, Benito kerap lama berpikir apakah konten yang dibagikannya ini akan mempengaruhi atau ada dampak negatif. Bukan hanya melihat dari dampak untuk hari ini saja tapi biasanya saya melihat juga dampak untuk tahun depan bahkan 5-10 tahun mendatang,” ungkapnya saat menjadi Key Opinion Leader dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (11/10/2021).
Sebab, Benito yakin apa yang dia lakukan saat ini merupakan sebuah profesi yang bertahan lama. Media digital semakin berkembang, profesi content creator itu juga akan terus hadir tidak akan tergerus oleh zaman. Dia optimis akan terus berada di ruang digital untuk berkarya dan mengais rezeki.
“Profesi saya saat ini akan saya terus tekuni tapi pastinya dengan sebuah landasan yaitu reputasi yang baik. Makanya saat ini saya selalu seperti memupuk sebuah kebaikan kebaikan untuk kedepannya nanti kebaikan itu bisa menjadi penolong saya,” tutupnya.
Webinar juga menghadirkan pembicara, Zacky Badruddin (Owner Visquares), Santia Dewi (Pebisnis Online), Defira Novianti Crisandy (Ketua RTIK Kota Sukabumi), dan Alfret Nara (Praktisi IT).












