Info Bisnis id
No Result
View All Result
Friday, June 12, 2026
  • Investasi
  • Home
  • News
  • Wirausaha
  • Perbankan
  • teknologi
  • lifestyle
  • otomotif
  • tips
  • persona
    • Tokoh
    • Opini
    • Wawancara
  • Foto
  • Asuransi
Subscribe
Info Bisnis id
  • Investasi
  • Home
  • News
  • Wirausaha
  • Perbankan
  • teknologi
  • lifestyle
  • otomotif
  • tips
  • persona
    • Tokoh
    • Opini
    • Wawancara
  • Foto
  • Asuransi
No Result
View All Result
Info Bisnis id
No Result
View All Result
Home News

Psikolog Forensik Sebut Hasil Poligraf Bisa Dikesampingkan!

by infobisnis@admin
January 5, 2023
0
156
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, – Psikolog Forensik Reza Indragiri Amriel menilai hasil poligraf seringkali tidak relevan dengan kenyataan yang sebenarnya. Pasalnya, alat itu hanya menilai dari respons fisiologis tubuh manusia semata. Alat tersebut tidak bisa mengukur bagaimana pernyataan dan kenyataan sebenarnya. Makanya, ia menilai alat seperti itu tidak tepat dijadikan acuan penuh dalam persidangan, termasuk dalam konteks persidangan Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo, beserta 3 terdakwa lainnya.

Menurut Reza, ada tiga aspek yang harus dikedepankan bila hasil produk non hukum tersebut dijadikan dasar sebagai alat bukti yakni, pertama terkait etik, kedua terkait metode dan ketiga terkait admissibiity yakni terkait penerimaan oleh majelis hakim.

Apalagi, sampai saat ini, belum ada aturan main penggunaan baik alat maupun hasil tes poligraf dijadikan dasar hukum. Maka, paling mungkin hanya digunakan sebagai bahan pertimbangan saja bukan jadi penentu.

“Per hari ini belum ada satu pun ketentuan aturan main penggunaan poligraf seperti apa. Dengan kata lain, andaikan hasil pemeriksaan poligraf itu diajukan ke majelis hakim, boleh jadi majelis hakim di ruang sidang A dan di ruang B berbeda penyikapan, karena belum ada aturan yang mengikat, mereka (hakim) harus menerima atau menolak, jadi sangat individual” ucap Reza, dalam dialog bersama Hotman Paris.

Senada dengan Reza, Mantan Kabareskrrim Komjen Pol (Purn) Susno Duadji menilai hasil test kebohongan alias Poligraf, seringkali tidak akurat karena hanya merespons dari berbagai perubahan fisiologis tubuh, seperti denyut jantung, peredaran darah. Padahal, respons seperti itu, bisa terjadi karena banyak hal.

“Sampai saat sekarang, hasil tes kebohongan tidak akurat dan tidak dapat menjadi alat bukti. Justru alat kebohongan seringkali menjadi alat yang berbohong. Jadi yang benar adalah, alat itu yang berbohong,” jelas Susno.

Ditambahkan Reza, kebohongan begitu juga kejujuran tidak bisa diukur dengan persentase. Kata dia, kebohongan kejujuran itu variabelnya hanya dua yaitu hitam atau putih, biner saja, bohong atau jujur.

“Kalau ada kejujuran 93%, kebohongan 7% , lantas kita mau mengatakan apa tentang orang ini. Alat poligraf tidak mengukur kenyataan, hanya mengukur respons fisiologis manusia,” tegas Reza.

Poligraf hanya menakar pernyataan dan reaksi fisiologis yang menyertainya bukan membandingkan antara pernyataan yang kenyataan. Ia mencontohkan, misal suhu badan naik, di suatu kesempatan ketika seseorang berada dalam panggung ditonton banyak orang, ketika dites pasti sesuai kategori Poligraf.

“Tapi, apakah lantas kategori bohong, belum tentu, bisa saja karena sedang cemas, masuk angin, dll. Jadi alat itu tidak bisa menemukan tali temali antara pernyataan dan kenyataan. Sebutan lie detector adalah hiperbola belaka. Apapun hasil Poligraf, saya akan kesampingkan, siapa pun itu. Saya menganggap poligraf adalah alat yang tidak tepat untuk proses penegakan hukum,” tegas Reza.

Ia menambahkan, misalnya ada pernyataan tertentu yang kemudian dijawab dan menghasilkan respons fisiologis naik turun, apapun hasilnya, positif kah, negatif kah, netral kah, plus kah, minus kah, bagi Reza, hasilnya bisa dikesampingkan saja, karena semata respons fisiologis tubuh.

“Apapun hasillnya, siapapun, hasil Poligraf dikesampingkan saja. “ tegas Reza.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Almarhum Ciputra Dinilai Sebagai Maestro Properti Indonesia

Kisah Sukses Pengusaha Indonesia: Dari Nol Hingga Menjadi Miliuner. Mulai Ciputra Hingga William Tanuwijaya

September 18, 2023
Apa itu Netiket ?

Dampak Tidak Beretika di Media Digital

July 28, 2021
Kisah Sukses Yasunli Transformasikan Plastik Jadi Berbagai Macam Produk

Kisah Sukses Yasunli Transformasikan Plastik Jadi Berbagai Macam Produk

February 13, 2020
Bangun Masyarakat Digital yang Beradab

Perubahan Perilaku Masyarakat Era Digital

October 31, 2021
Hadirkan PLTS Pertama pada Kapal Angkut Minyak, Pertamina NRE Dorong Dedieselisasi Sektor Maritim

Hadirkan PLTS Pertama pada Kapal Angkut Minyak, Pertamina NRE Dorong Dedieselisasi Sektor Maritim

0
Awal Pekan Rupiah Bergerak Menguat

Awal Pekan Rupiah Bergerak Menguat

0
Tiket Mahal, Pertamina Sesuaikan Harga Avtur

Tiket Mahal, Pertamina Sesuaikan Harga Avtur

0
Presiden Jokowi Optimis Sektor Pariwisata bisa Jadi Penyumbang Devisa Terbesar

Presiden Jokowi Optimis Sektor Pariwisata bisa Jadi Penyumbang Devisa Terbesar

0
Hadirkan PLTS Pertama pada Kapal Angkut Minyak, Pertamina NRE Dorong Dedieselisasi Sektor Maritim

Hadirkan PLTS Pertama pada Kapal Angkut Minyak, Pertamina NRE Dorong Dedieselisasi Sektor Maritim

June 12, 2026
Astra dan Toyota Ciptakan Perusahaan Patungan Khusus Sewa Kendaraan Komersial

Market Share Tembus 51%, Penjualan Mobil Astra Tembus 182.136 Unit hingga Mei 2026

June 12, 2026
 ANTAM Bagikan Dividen Rp5,04 Triliun, Catatkan Kinerja Terbaik Sepanjang Sejarah

 ANTAM Bagikan Dividen Rp5,04 Triliun, Catatkan Kinerja Terbaik Sepanjang Sejarah

June 12, 2026
Persetujuan POD Ronggolawe Dukung Strategi SAKA dalam Peningkatan Produksi

Persetujuan POD Ronggolawe Dukung Strategi SAKA dalam Peningkatan Produksi

June 12, 2026

Recent News

Hadirkan PLTS Pertama pada Kapal Angkut Minyak, Pertamina NRE Dorong Dedieselisasi Sektor Maritim

Hadirkan PLTS Pertama pada Kapal Angkut Minyak, Pertamina NRE Dorong Dedieselisasi Sektor Maritim

June 12, 2026
Astra dan Toyota Ciptakan Perusahaan Patungan Khusus Sewa Kendaraan Komersial

Market Share Tembus 51%, Penjualan Mobil Astra Tembus 182.136 Unit hingga Mei 2026

June 12, 2026

Categories

  • Agrobisnis
  • Asuransi
  • Bisnis
  • CEO
  • CSR
  • Foto
  • Investasi
  • lifestyle
  • Migas
  • News
  • Opini
  • otomotif
  • Perbankan
  • persona
  • Rubrik
  • teknologi
  • tips
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wawancara
  • Wirausaha

Site Navigation

  • Tentang Kami
  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Tokoh
  • Wawancara
  • Asuransi
Info Bisnis id

Referensi utama seputar bisnis terkini

© 2019 infobisnis.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Investasi
  • News
  • Wirausaha
  • Perbankan
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Tips
  • Persona
    • Tokoh
    • Opini
    • Wawancara
  • Foto
  • Asuransi

© 2019 infobisnis.id

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In