PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam, salah satu produsen nikel terbesar di Indonesia dan dunia, memiliki perkiraan kapasitas produksi tahunan lebih dari 9 juta ton bijih nikel dan sekitar 40.500 ton feronikel. Sebagai perusahaan pertambangan terintegrasi, Antam berencana untuk memperluas bisnisnya melalui ekspansi hilirisasi nikel Indonesia.
Dalam jangka pendek hingga menengah, pertumbuhan utama Antam diharapkan berasal dari tambahan kapasitas smelter feronikel (FeNi) sebesar 13.500 ton. Smelter ini dijadwalkan akan beroperasi penuh pada tahun 2024. Selain itu, keterlibatan Antam di Indonesian Battery Corporation (IBC) juga dianggap sebagai pendorong utama pertumbuhan laba bersih perusahaan.
Meskipun saat ini terdapat kekhawatiran terkait kelebihan produksi di pasar nikel global karena ekspansi smelter nikel Indonesia yang menghasilkan produk nikel kelas 2, namun harga nikel global diperkirakan tidak akan mengalami kenaikan signifikan hingga akhir tahun ini. Diperkirakan harga rata-rata nikel LME tahun ini akan berada dalam kisaran US$ 22.000 per ton.
Meskipun demikian, analis dari Mirae Asset Sekuritas tetap optimistis terhadap pertumbuhan jangka panjang industri nikel Indonesia, terutama jika Indonesia berhasil mengonversi produk nikel kelas 2 menjadi nikel kelas 1.