Jakarta, 22 Mei 2025 — Pasar modal merespons positif perbaikan kinerja PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), yang berhasil mencatatkan margin operasional tertinggi dalam dua tahun terakhir. Keberhasilan ini berakar pada strategi efisiensi menyeluruh dan terobosan dalam sistem distribusi langsung ke warung-warung.
Dalam laporan terbarunya, Samuel Sekuritas Indonesia mencatat bahwa perusahaan berhasil mencetak margin EBIT sebesar 17,1% pada kuartal I/2025, meningkat signifikan dari 6,7% pada kuartal IV/2024.
“Transformasi ini memperlihatkan efektivitas manajemen Unilever dalam mengatur ulang prioritas distribusi dan struktur biaya, yang sebelumnya menjadi beban berat dalam laporan keuangan,” kata analis Jonathan Guyadi.
Program “Sahabat Warung” dinilai sebagai penggerak utama distribusi langsung. Skema ini tak hanya mempercepat akses pasar, tetapi juga meningkatkan kontrol terhadap harga dan pasokan. Samuel Sekuritas mencatat peningkatan kontribusi direct selling dari 1% menjadi 22% dalam waktu kurang dari satu semester, dengan proyeksi mencapai 80% di paruh kedua tahun ini.
Berdasarkan perkembangan ini, target harga saham UNVR direvisi naik menjadi Rp2.100 dari Rp1.400. Rekomendasi beli tetap diberikan oleh Samuel Sekuritas, didukung oleh prospek pemulihan fundamental yang kian solid.
Investor dinilai mulai kembali melirik saham-saham defensif yang memiliki pijakan pasar kuat, seperti Unilever, seiring meningkatnya kebutuhan konsumsi rumah tangga pascapemilu dan stabilisasi daya beli kelas menengah.