PT Bangun Karya Perkasa Tbk (KRYA) resmi memperluas bisnisnya ke sektor kendaraan listrik melalui pembelian 51% saham PT Green City Traffic (GCT). Langkah ini dilakukan setelah Rich Step International Ltd bersama PT Geen Power Group Tbk (LABA) mengakuisisi 65% saham KRYA. Informasi ini disampaikan perseroan dalam siaran pers di Jakarta, kemarin.
Dengan aksi korporasi tersebut, KRYA kini menguasai 50,99% saham GCT, sementara Green City SG Pte Ltd memegang 48,51% dan Teng William sebesar 0,49%. GCT dikenal sebagai salah satu produsen kendaraan listrik terkemuka di Indonesia dengan produk sepeda motor listrik ECGO yang memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 56%.
Dalam tujuh tahun terakhir, ECGO telah menjual lebih dari 10.000 unit sepeda motor listrik di pasar domestik. Menurut penjelasan resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI), ECGO telah membangun ekosistem kendaraan listrik terintegrasi, mulai dari desain kendaraan dan baterai, produksi motor listrik, penyewaan baterai, hingga layanan penukaran baterai.
ECGO juga menjadi pemasok utama motor listrik bagi perusahaan ride hailing besar di Indonesia seperti Gojek dan Grab. Perusahaan ini memiliki tim dengan pengalaman luas di industri kendaraan listrik, mencakup desain produk, integrasi rantai pasok, hingga pengelolaan pasar.
Setelah akuisisi ini, ECGO tetap akan dipimpin oleh manajemen sebelumnya dan sepenuhnya fokus pada bisnis kendaraan listrik. Selain motor listrik, pengembangan kendaraan roda tiga listrik dan kendaraan niaga listrik juga menjadi bagian dari rencana ekspansi.
Manajemen KRYA menegaskan bahwa strategi ini selaras dengan target pemerintah untuk mengurangi emisi karbon dan mendorong transisi energi bersih. Berdasarkan rencana bisnis ECGO, penjualan sepeda motor listrik diproyeksikan mencapai setidaknya 1 juta unit dalam lima tahun ke depan.
Ke depan, ECGO akan menghadirkan varian baru kendaraan roda tiga listrik serta kendaraan niaga listrik. Dengan kepemilikan mayoritas, KRYA secara resmi memasuki lini usaha kendaraan listrik sebagai bagian dari transformasi portofolio bisnis.
Manajemen KRYA optimistis, kemitraan strategis ini akan memberikan kontribusi positif bagi kinerja dan keberlanjutan usaha perusahaan, sekaligus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham.