PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART), produsen komponen otomotif, elektronik, dan sanitasi, membidik pertumbuhan bisnis dua digit pada 2025 dengan strategi ekspansi dan diversifikasi usaha. Untuk mendukung langkah tersebut, perseroan mengalokasikan belanja modal (capex) Rp74 miliar tahun ini.
Direktur PART, Tjoeng Rino Saputra, mengungkapkan hingga Juli 2025 capex yang sudah terealisasi mencapai Rp59 miliar. Dana ini digunakan untuk menambah lini usaha produksi food tray dan peralatan mesin pertanian.
Diversifikasi ke bisnis food tray dilakukan untuk mendukung Badan Gizi Nasional (BGN) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Perseroan saat ini telah mengoperasikan 12 mesin untuk memproduksi food tray di pabrik Tangerang, Banten.
Meski memperluas portofolio, PART tetap mengandalkan bisnis utama produksi komponen otomotif, terutama untuk sepeda motor. “Sekitar 95% produksi kami adalah komponen otomotif sepeda motor,” ujar Tjoeng.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), pemegang saham menyetujui penggunaan pinjaman senilai Rp74 miliar dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) untuk modal kerja dan pembiayaan operasional.
Tjoeng menjelaskan, penambahan lini food tray dan fasilitas kredit dari BCA merupakan dua dari tiga agenda utama RUPSLB. Agenda ketiga adalah penunjukan komisaris independen baru, Reyniel Fero Walandouw, untuk memperkuat pengawasan kinerja perseroan.
Manajemen optimistis, kombinasi diversifikasi usaha, dukungan pembiayaan, dan penguatan tata kelola akan memperkuat daya saing perseroan di tengah persaingan industri.
Dengan strategi ini, PART berharap dapat menjaga pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperluas kontribusi di sektor otomotif dan non-otomotif.