Info Bisnis id
No Result
View All Result
Friday, March 6, 2026
  • Investasi
  • Home
  • News
  • Wirausaha
  • Perbankan
  • teknologi
  • lifestyle
  • otomotif
  • tips
  • persona
    • Tokoh
    • Opini
    • Wawancara
  • Foto
  • Asuransi
Subscribe
Info Bisnis id
  • Investasi
  • Home
  • News
  • Wirausaha
  • Perbankan
  • teknologi
  • lifestyle
  • otomotif
  • tips
  • persona
    • Tokoh
    • Opini
    • Wawancara
  • Foto
  • Asuransi
No Result
View All Result
Info Bisnis id
No Result
View All Result
Home Investasi

Pasar Turun Bukan Ancaman, Ini Strategi Warren Buffett Mengubah Volatilitas Jadi Peluang

by infobisnis@admin
March 6, 2026
0
Belajar dari Kisah Sukses Warren Buffett: Guru Investasi dan Filantropi
152
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gejolak pasar keuangan sering membuat investor panik, terutama ketika harga saham bergerak tajam dalam waktu singkat. Namun investor legendaris Warren Buffett justru melihat volatilitas sebagai bagian alami dari perjalanan investasi jangka panjang. Pendiri Berkshire Hathaway itu berulang kali menegaskan bahwa fluktuasi harga saham seharusnya tidak menjadi alasan bagi investor untuk keluar dari pasar. Dalam pandangannya, sejarah pasar menunjukkan bahwa mereka yang bertahan dalam jangka panjang justru memiliki peluang keuntungan terbesar.

Buffett menilai pasar saham secara historis memiliki kecenderungan meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan inovasi bisnis. Karena itu, risiko terbesar bukanlah penurunan harga sementara, melainkan keputusan untuk tidak ikut berpartisipasi dalam pasar. Dalam salah satu suratnya kepada pemegang saham, ia menulis, “Risiko keluar dari permainan jauh lebih besar dibandingkan risiko berada di dalamnya.” Pernyataan ini menggambarkan keyakinannya bahwa disiplin dan kesabaran merupakan fondasi utama investasi.

Data historis memperkuat pandangan tersebut. Indeks saham utama Amerika Serikat, S&P 500, dalam jangka panjang menghasilkan imbal hasil rata-rata sekitar 10 persen per tahun sebelum inflasi, atau sekitar 6–7 persen setelah disesuaikan inflasi. Bahkan menurut analisis Morningstar dan S&P Global pada 2025, investasi sebesar 10.000 dollar AS pada indeks tersebut sekitar satu dekade lalu bisa berkembang menjadi lebih dari 30.000 dollar AS meskipun pasar sempat mengalami berbagai krisis.

Sepanjang periode tersebut, pasar melewati sejumlah gejolak besar, mulai dari koreksi pasar global pada 2018, kejatuhan tajam saat pandemi Covid-19 pada 2020, hingga tekanan inflasi dan kenaikan suku bunga pada 2022. Namun dalam jangka panjang, tren pertumbuhan tetap terjadi. Bagi Buffett, fakta ini menunjukkan bahwa fluktuasi jangka pendek tidak mengubah arah utama pasar yang cenderung naik.

Buffett juga mengingatkan bahwa banyak investor kehilangan keuntungan karena mencoba menebak waktu terbaik masuk dan keluar pasar. Strategi market timing sering gagal bahkan bagi investor profesional. Investor ritel lebih rentan lagi karena keputusan mereka sering dipengaruhi emosi seperti ketakutan saat pasar turun atau euforia ketika harga naik.

Karena itu, prinsip yang sering ia tekankan adalah “time in the market beats timing the market.” Semakin lama dana berada di pasar, semakin besar peluang mendapatkan manfaat dari efek compounding atau bunga berbunga. Dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 10 persen per tahun, nilai investasi dapat berkembang secara eksponensial dalam jangka panjang.

Buffett juga melihat volatilitas dari sudut pandang yang berbeda. Bagi banyak orang, fluktuasi harga dianggap sebagai ancaman. Namun baginya, volatilitas justru membuka peluang membeli perusahaan berkualitas dengan harga lebih murah. Ketika harga saham turun akibat sentimen pasar, belum tentu bisnis perusahaan tersebut benar-benar memburuk. Dalam banyak kasus, penurunan harga hanya mencerminkan reaksi emosional investor.

Pada akhirnya, Buffett menekankan bahwa risiko terbesar dalam investasi bukan berasal dari volatilitas pasar, melainkan dari ketidaktahuan investor terhadap bisnis yang mereka beli. Karena itu, ia mendorong investor untuk memahami perusahaan tempat mereka berinvestasi dan melihat saham sebagai kepemilikan bisnis jangka panjang. Dengan disiplin, pemahaman, dan kesabaran, gejolak pasar justru dapat berubah menjadi peluang untuk membangun kekayaan dalam jangka panjang.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Almarhum Ciputra Dinilai Sebagai Maestro Properti Indonesia

Kisah Sukses Pengusaha Indonesia: Dari Nol Hingga Menjadi Miliuner. Mulai Ciputra Hingga William Tanuwijaya

September 18, 2023
Apa itu Netiket ?

Dampak Tidak Beretika di Media Digital

July 28, 2021
Kisah Sukses Yasunli Transformasikan Plastik Jadi Berbagai Macam Produk

Kisah Sukses Yasunli Transformasikan Plastik Jadi Berbagai Macam Produk

February 13, 2020
Bangun Masyarakat Digital yang Beradab

Perubahan Perilaku Masyarakat Era Digital

October 31, 2021
Produksi Minyak di PEP Limau Field Meningkat Jadi 5.102 BOPD

Produksi Minyak di PEP Limau Field Meningkat Jadi 5.102 BOPD

0
Awal Pekan Rupiah Bergerak Menguat

Awal Pekan Rupiah Bergerak Menguat

0
Tiket Mahal, Pertamina Sesuaikan Harga Avtur

Tiket Mahal, Pertamina Sesuaikan Harga Avtur

0
Presiden Jokowi Optimis Sektor Pariwisata bisa Jadi Penyumbang Devisa Terbesar

Presiden Jokowi Optimis Sektor Pariwisata bisa Jadi Penyumbang Devisa Terbesar

0
Produksi Minyak di PEP Limau Field Meningkat Jadi 5.102 BOPD

Produksi Minyak di PEP Limau Field Meningkat Jadi 5.102 BOPD

March 6, 2026
Transformasi Elnusa Berbuah Manis, Pendapatan Tembus Rp14,5 T Pada 2025

Transformasi Elnusa Berbuah Manis, Pendapatan Tembus Rp14,5 T Pada 2025

March 6, 2026
Ramalan Cuan Kripto dari Bos Indodax

Setelah Reli Tajam, Bitcoin Melemah ke US$70.000: Koreksi Sementara atau Awal Tren Baru?

March 6, 2026
Belajar dari Kisah Sukses Warren Buffett: Guru Investasi dan Filantropi

Pasar Turun Bukan Ancaman, Ini Strategi Warren Buffett Mengubah Volatilitas Jadi Peluang

March 6, 2026

Recent News

Produksi Minyak di PEP Limau Field Meningkat Jadi 5.102 BOPD

Produksi Minyak di PEP Limau Field Meningkat Jadi 5.102 BOPD

March 6, 2026
Transformasi Elnusa Berbuah Manis, Pendapatan Tembus Rp14,5 T Pada 2025

Transformasi Elnusa Berbuah Manis, Pendapatan Tembus Rp14,5 T Pada 2025

March 6, 2026

Categories

  • Agrobisnis
  • Asuransi
  • Bisnis
  • CEO
  • CSR
  • Foto
  • Investasi
  • lifestyle
  • Migas
  • News
  • Opini
  • otomotif
  • Perbankan
  • persona
  • Rubrik
  • teknologi
  • tips
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wawancara
  • Wirausaha

Site Navigation

  • Tentang Kami
  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Tokoh
  • Wawancara
  • Asuransi
Info Bisnis id

Referensi utama seputar bisnis terkini

© 2019 infobisnis.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Investasi
  • News
  • Wirausaha
  • Perbankan
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Tips
  • Persona
    • Tokoh
    • Opini
    • Wawancara
  • Foto
  • Asuransi

© 2019 infobisnis.id

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In