Ketahanan energi nasional kembali menjadi sorotan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melalui Komisi XII berencana menggelar rapat dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia untuk membahas ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional.
Wakil Ketua Komisi XII DPR Putri Zulkifli Hasan mengatakan agenda tersebut akan dibahas setelah masa reses DPR berakhir pada 10 Maret 2026. Pembahasan dinilai penting karena ketegangan geopolitik global berpotensi memengaruhi pasokan energi dunia dan stabilitas harga minyak.
Menurut Putri, pemerintah telah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional, salah satunya dengan meningkatkan kapasitas penyimpanan BBM. Saat ini, fasilitas penyimpanan energi di Indonesia dinilai masih terbatas sehingga stok nasional belum dapat ditingkatkan secara signifikan.
Berdasarkan penjelasan pemerintah, stok BBM nasional saat ini hanya berkisar 21 hingga 25 hari. Keterbatasan tersebut terutama disebabkan oleh kapasitas penyimpanan atau storage yang belum memadai untuk menampung cadangan energi dalam jumlah lebih besar.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan karena pemerintah tidak mampu menyediakan stok lebih banyak, melainkan karena keterbatasan fasilitas penyimpanan. Ia menyatakan, “Bukan karena kita tidak bisa menyiapkan lebih dari 23 hari, tetapi karena daya tampung storage kita memang belum mencukupi.”
Sebagai solusi, pemerintah berencana memperbesar kapasitas penyimpanan BBM nasional dengan membangun fasilitas storage baru. Salah satu lokasi yang sedang dijajaki untuk pengembangan fasilitas tersebut berada di wilayah Sumatera sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional.
Data International Energy Agency menunjukkan banyak negara maju memiliki cadangan energi strategis jauh lebih besar. Standar ketahanan energi global umumnya berada pada kisaran minimal 60 hingga 90 hari cadangan konsumsi, sementara beberapa negara bahkan memiliki cadangan lebih panjang.
Sebagai perbandingan, Jepang diketahui memiliki cadangan minyak strategis hingga sekitar 254 hari konsumsi nasional. Karena itu, pemerintah menargetkan pembangunan storage baru yang mampu meningkatkan cadangan energi Indonesia hingga sekitar tiga bulan ke depan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, agar ketahanan energi nasional lebih kuat menghadapi potensi gejolak global.












