PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mempercepat ekspansi produksi batubara seiring rampungnya sejumlah proyek infrastruktur logistik strategis. Sebagai bagian dari MIND ID, perseroan menargetkan lonjakan produksi signifikan hingga sekitar 65 juta ton pada tahun depan, dan memperluas kapasitas mendekati 100 juta ton pada 2030.
Kinerja operasional PTBA hingga kuartal III-2025 menunjukkan tren positif. Produksi batubara tercatat mencapai 35,9 juta ton, tumbuh sekitar 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga momentum produksi di tengah dinamika industri energi global.
Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, menegaskan bahwa pertumbuhan ini menjadi fondasi penting untuk ekspansi ke depan. “Sampai dengan triwulan 3 tahun 2025 kami berhasil memproduksi batubara sebesar 35,9 juta ton. Ini naik sekitar 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujarnya dalam rapat bersama DPR.
Optimisme peningkatan produksi didorong oleh hampir rampungnya proyek jalur angkutan batubara Tanjung Enim–Kramasan yang dikerjakan bersama PT Kereta Api Indonesia. Proyek ini telah mencapai progres fisik 84% dan akan menambah kapasitas angkut hingga 20 juta ton per tahun, menjadi game changer dalam efisiensi distribusi batubara PTBA.
Dengan tambahan kapasitas tersebut, PTBA memproyeksikan produksi dapat meningkat drastis dalam waktu dekat. Perusahaan menargetkan output tahunan melampaui 60 juta ton, dengan proyeksi realistis di kisaran 65 juta ton pada tahun depan. Hal ini menunjukkan peran infrastruktur logistik sebagai faktor kunci dalam akselerasi produksi sektor pertambangan.
Selain itu, PTBA juga menyiapkan strategi jangka panjang melalui optimalisasi pelabuhan Kertapati. Pengembangan ini akan menambah kapasitas angkut minimal 7 juta ton, memperkuat rantai pasok dari hulu ke hilir, sekaligus meningkatkan daya saing di pasar ekspor maupun domestik.
Dalam peta jalan jangka panjang, perusahaan menargetkan kapasitas produksi mendekati 100 juta ton pada 2030. Ambisi ini mencerminkan upaya PTBA untuk mencapai skala ekonomi yang lebih besar, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen batubara utama di kawasan.
Berdasarkan data terbaru, produksi batubara Indonesia secara nasional mencapai sekitar 775 juta ton pada 2025, melampaui target pemerintah sebesar 710 juta ton. Sementara itu, permintaan global batubara diproyeksikan tetap stabil hingga akhir dekade, terutama dari pasar Asia seperti India dan Tiongkok. Dalam konteks ini, ekspansi PTBA menjadi langkah strategis untuk menangkap peluang pasar sekaligus memperkuat kontribusi sektor energi terhadap perekonomian nasional.












