Kita berada di negara yang bebas untuk berpendapat, menyuarakan aspirasi. Baik di dunia nyata maupun digital tetap harus memiliki aturan atau beretika bagaimana sebaiknya mengeluarkan pendapat itu.
Rovien Aryunia, HR Head Seger Group mengatakan saat berpendapat kita harus menyadari lawan bicara juga sama seperti kita sehingga tidak dapat sebebasnya. Membayangkan posisi orang lain sebelum kita berasumsi. Pahami bagaimana kita bila dalam posisi tersebut.
Berikan informasi benar berdasarkan sumber terpercaya sehingga yakin jika apa yang kita sampaikan benar.
“Beri komentar yang sopan dan baik jangan kasar sebab banyak yang melihat dan dapat menjadi persepsi buruh bagi kita. Apalagi di dunia digital, ada jejak digital yaitu dengan tangkapan layar. Kalau di dunia nyata mungkin seseorang masih bisa melupakan, kalau digital ada bukti fisik,” jelasnya saat menjadi pembicara dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (14/7/2021)
Hargai pendapat orang lain jangan memaksa. Jika sedang beragumen fokus pada topik yang dibahas bukan menyerang pribadi.
Untuk menjadi warga digital yang baik, Rovien mengingatkan untuk selalu menjaga informasi pribadi dan orang lain. Saat ingin posting status, berkomentar atau membuat konten dapat dipikirkan matang-matang sebelum posting dan komen karena itu akan permanen tidak dapat dihapus.
“Kita harus selalu menghargai diri sendiri dan orang lain salah satunya dengan menghargai karya orang lain yg memanfaatkan media digital untuk mengekspresikan diri dan menghasilkan karya,” ungkapnya.
Di media sosial ada tombol share sehingga sumber atau kreator konten masih dapat terlihat. Jika ingin copy paste untuk status kita dapat menyebutkan nama orang yang membuat atau tautkan link artikel yang menjadi sumber tulisan kita.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKomInfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (13/7/2021) ini juga menghadirkan pembicara Ginna Desiana (Relawan TIK Jawa Barat), Komang Tri Werthi (Dosen STMIK Primakara), Didin Miftahudin Founder (Gmath Pro Indonesia) dan Diza Gondo sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.












