Indonesia merupakan negara yang diberkahi, bagaimana tidak sebelum menjadi NKRI sudah zaman dulu Indonesia dikenal sebagai negara besar yang kaya akan SDA dan SDM. Namun kebesaran itu kemudian tidak banyak dikenal oleh dunia yang lain sehingga ada bangsa lain yang datang ke Indonesia.
Seperti bangsa Eropa yang datang untuk memperadabkan karena mengira bangsa kita belum berbudaya atau beradab. Alih-alih mereka ingin beradabkan bangsa Indonesia justru ketika mereka datang dan kaget, ternyata bangsa ini sudah beradab juga memiliki kebudayaan tinggi.
Indonesia diberkahi dengan kekayaan, salah satu yang paling sangat bermanfaat ialah etika bangsa Indonesia. Misalnya orang Sunda memiliki filosofis Silih Asah, Silih asuh, silih asih dan sebagainya itu menjadi seebuah kebudayaan atau etika yang saling menyentuh satu sama lain.
“Sebelum kita melakukan sesuatu kita menyentuh diri kita sendiri, memepertimbangkan terlebih dahulu apakah akan menyakiti orang lain atau tidak. Inilah yang menjadi sebuah bekal, sebagai bangsa yang besar bangsa yang berbudaya etika yang sebenarnya, kita dapat menampilkan itu semua melalui digital kepada dunia,” ungkap Asep Dikdik Sodikin, Ketua Internet Marketer Nahdatul Ulama Sukabumi dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (25/8/2021).
Dengan kekayaan yang Indonesia miliki itu, dunia digital memungkinkan untuk menyampaikan ide apapun yang kita miliki. Ide besar kita tentang makanan khas Indonesia, soto di Indonesia saja sudah ada 30 jenis, belum lagi mengenai batik, tradisi tarian, budaya bahasa.
Ini menjadi sebuah kesempatan untuk kita menyampaikan ide ide sebagai negara yang besar kepada dunia kita memilki sesuatu yang sangat mulia, indah terutama mengenai etika bangsa Indonesia. Diakui Asep yang memanfaatkan dunia digital untuk membuat minuman herbal tradisonal yang bahan-bahannya didapat dari tetangga dan warga kampunya.
“Saya tertarik dengan pengobatan tradisional dari dulu sampai saya memiliki ide untuk membuat minuman herbal karena melihat potensi tanaman obat milik para tetangga. Belajar digital marketing pelan-pelan hingga kini dapat membantu masyarakat sekitar untuk berdaya. Jadi ide itu layak diwujudkan bukan hanya untuk kita namun bermanfaat untuk orang banyak,” jelasnya.
Ide apapun itu memang sangat layak untuk diwujudkan asal ide yang kita hasilkan tidak menyinggung orang lain dan hal lain yang harus kita perhatikan. Misalnya juga soal hak cipta, apakah ide yang sudah menjadi produk ini, namanya sudah pernah ada atau belum. Untuk itu perlu mencarinya di website HAKI, bila sudah ada jangan sampai kita tetap melanjutkan menggunakan nama itu karena ini akan menjadi satu masalah jika ide kita menjadi besar dan disukai masyarakat.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi.
Webinar juga menghadirkan pembicara Littani Watimena ( Brand & Communication Strategist), Didin Miftahuddin (Founder Gmath Indonesia), Fhassi Anfiqi (Konsultan desain interior data perusahaan multinasional), dan Almira Vania sebagai Key Opinion Leader.












