Saat ini dunia digital sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Dengan itu, penting untuk kita bisa beretika dan cakap dalam dunia digital, termasuk saat mem-posting di media sosial.
Cara beretika di dunia digital ini meliputi cara kita memahami kebenaran suatu berita, menghindari postingan dan komentar berisi SARA dan bullying, menggunakan etika komunikasi dengan kata-kata yang sopan, dan mengetahui batas-batas informasi pribadi diri sendiri dan orang lain.
“Sebenarnya setiap kita mengunggah apapun, kita sedang membentuk sebuah karakter di dalam dunia digital. Karena jejak digital yang ada akan membentuk sebuah karakter. Ini harus kita sadari, jangan sampai unggahan pribadi itu merugikan diri kita sendiri,” ujar Silvia seorang Dentistpreneur dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kota Cimahi, Jawa Barat, Selasa (05/10/2021).
Hal ini karena dunia digital berperan untuk kehidupan personal dan profesional seseorang. Di bidang profesional menyangkut bisnis, pekerjaan, instansi, dan lainnya. Sementara penggunaan personal, ini berperan untuk membentuk personal branding dan apa yang ditampilkan di dunia digital perlu diimbangi dengan integritas, nilai diri, kemampuan, dan realita.
“Yang terpenting adalah kita menyebarkan hal positif. Pada saat menyebarkan hal positif, pastikan itu bukan hoaks,” ungkapnya.
Di ruang digital, kita bisa menunjang pengembangan diri sendiri, membangun relasi, membangun personal branding, membangun kepercayaan dan reputasi, serta menjegah salah paham dari berbagai pihak.
Untuk itu, kita harus bijak saat mengunggah apapun di ruang digital. Di masa depan, setiap orang yang berada di ruang digital bisa menjadi kerabat atau relasi yang berhubungan dengan pekerjaan kita di masa depan.
Menurut Silvia, di dunia digital kita tidak hanya bertanggung jawab atas diri kita sendiri, tetapi bertanggung jawab atas orang-orang atau profesional yang berkaitan dengan kita. Kalau kita menebarkan sesuatu yang baik, kita akan mendapatkan hal yang baik. Ia mengatakan, dalam beretika di dunia digital kita harus mulai dari sedini mungkin agar menciptakan karakter digital yang baik.
Webinar juga menghadirkan pembicara, Arya Shani Pradhana (CEO & Founder Tekape Workspace), Mochammad Ronny (Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Kearsipan, dan Perpustakaan Pemerintah Daerah Kota Cimahi), Richard pulana (COO TMP Event), dan Clarissa Purba sebagai Key Opinion Leader.












