Prinsip dalam sistem bermedia digital berdasarkan modul digitalnya dari Kemenkominfo dan Siberkreasi ialah menyadari apa yang akan kita produksi dan komentar di ruang digital. Konten juga komentar di kolom komentar kita menjadi penting untuk dibuat secara sadar tanpa emosi dan gangguan pihak manapun.
Dalam bermedia digital penting untuk sadar apa yang kita lakukan ini agar kita bertanggung jawab. Heni Mulyati, Wakil Ketua Komite Edukasi Mafindo menjelaskan, paham konsekuensi dan siap menerima. Bertanggung jawab juga dapat dikritik dan segera meminta maaf apalagi ada unggah kita yang menganggu orang lain.
Prinsip prinsip ini memang sejalan untuk menciptakan ruang digital yang nyaman bagi semua pihak. Termasuk soal integritas bagaimana seseorang bisa jujur dalam berkarya tidak menjiplak milik orang lain.
“Ini harus menjadi pijakan dalam memproduksi konten untuk saling menghargai apa yang sudah dilakukan setiap pengguna digital” jelasnya saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (13/10/2021).
Minimal kita mampu menyebutkan sumber dari siapa kita mengambil data atau terinspirasi dari siapa karya yang sudah kita buat. Agar makna menghargai itu hadir dalam diri masyarakat digital. Keseluruhan itu tentu mengajarkan bagaimana para pengguna digital ini untuk melakukan kebajikan atau kebaikan.
“Mulai dari secara sadar memposting apapun itu tanpa menyakiti orang lain, bertanggung jawab dengan apa yang kita buat di media digital dan menghargai milik orang lain dengan menyebutkan mereka saat kita menggunakan karyanya dan lainnya,” lanjutnya.
Prinsip itu juga tidak lepas dari tiga aktivitas yang dapat dilakukan oleh pengguna media digital yaitu saling berinteraksi antar sesama warga digital, turut berpartisipasi dengan menciptakan uang digital yang sehat dan nyaman dengan melakukan empat prinsip dasar tadi dan yang terakhir melakukan kolaborasi menciptakan karya secara bersama.
Webinar , juga menghadirkan pembicara, Theo Derrick (Founder Coffee Meets Stock), Sisi Suhardjo (General Manajer), dan Ultach Enri (Dosen Universitas Singaperbangsa Karawang), dan Shinta Putri sebagai Key Opinion Leader.












