PT XL Axiata Tbk (EXCL) telah merampungkan merger dengan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dan PT Smart Telcom (SmarTel), membentuk entitas baru bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart). Nilai gabungan entitas pra-sinergi mencapai lebih dari Rp104 triliun (US$6,5 miliar). Merger ini masih menunggu persetujuan regulator dan pemegang saham, dengan target selesai pada paruh pertama 2025.
XLSmart akan memiliki spektrum besar, termasuk 850MHz hingga 2300MHz, meningkatkan kapasitas jaringan, memperluas cakupan layanan, dan mempercepat peluncuran 5G. Setelah merger, perusahaan gabungan ini akan memiliki total pelanggan sebanyak 94,51 juta dan pangsa pasar 27%. Proforma pendapatan diperkirakan mencapai Rp45,4 triliun (US$2,8 miliar), dengan EBITDA lebih dari Rp22,4 triliun (US$1,4 miliar).
Pemegang saham utama XLSmart adalah Axiata Group Berhad dan Sinar Mas, masing-masing memegang 34,8%. Axiata akan menerima hingga US$475 juta, termasuk US$400 juta saat transaksi selesai dan tambahan US$75 juta di akhir tahun pertama.
Sinergi dari merger ini diproyeksikan menghasilkan penghematan biaya signifikan sebesar US$300–400 juta sebelum pajak melalui integrasi jaringan dan optimalisasi sumber daya. Dengan fondasi keuangan yang kokoh, XLSmart diharapkan menjadi kekuatan transformasi di industri telekomunikasi, mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
Presiden Direktur dan CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan, kehadiran XLSmart pun disebut akan tidak akan memengaruhi pengalaman pengguna.”Hal penting dari merger ini adalah pelanggan. Jadi, kami akan usahakan dalam proses merger ini tidak akan terjadi gangguan terhadap pelanggan,” tutur Dian.