PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp579,86 miliar atau Rp33,87 per saham untuk tahun buku 2024, berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar baru-baru ini di Jakarta. Dividen ini setara dengan 65% dari laba bersih ACES yang mencapai Rp892,04 miliar tahun lalu.
Dalam siaran persnya, perseroan juga mengungkap bahwa sisa laba tahun buku 2024 akan dibukukan sebagai laba ditahan. Para pemegang saham memberikan kuasa kepada direksi untuk melaksanakan berbagai tindakan lanjutan yang diperlukan terkait keputusan rapat.
Pembayaran dividen tunai akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku di pasar modal. Jadwal serta tata cara pembayarannya akan diumumkan melalui laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan situs resmi perusahaan dalam waktu dekat.
RUPST juga menyetujui pengunduran diri Sugiyanto Wibawa dari jabatannya sebagai direktur. Dengan keputusan ini, struktur manajemen akan berlaku hingga Rapat Umum Pemegang Saham berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027.
ACES mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 15,78% pada 2024 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni dari Rp770,40 miliar menjadi Rp892,04 miliar. Capaian ini turut memperkuat posisi keuangan perseroan dan menjadi dasar kebijakan pembagian dividen yang signifikan kepada para pemegang saham.
Dari sisi operasional, penjualan bersih ACES juga mengalami peningkatan sebesar 12,79% menjadi Rp8,42 triliun pada 2024, naik dari Rp7,47 triliun di 2023. Kenaikan ini mencerminkan kinerja bisnis yang terus tumbuh dan strategi penjualan yang berhasil diterapkan sepanjang tahun.
Kinerja positif tersebut menunjukkan kepercayaan konsumen terhadap produk dan layanan ACES tetap tinggi meskipun di tengah dinamika ekonomi. Perusahaan pun terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan melalui ekspansi gerai, peningkatan layanan digital, serta penguatan rantai pasok.
Dengan keputusan pembagian dividen ini, ACES menegaskan komitmennya untuk memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham, sekaligus menjaga kestabilan bisnis dan memperkuat struktur keuangan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.