Kredit Pintar, platform pinjaman digital yang telah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), turut serta dalam Fintech Lending Days 2025 yang digelar Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) di Sorong, Papua Barat Daya. Dalam acara ini, Kredit Pintar memperkenalkan inovasi survei psikometri sebagai pendekatan baru dalam menciptakan ekosistem pinjaman digital yang lebih inklusif dan bertanggung jawab.
Survei psikometri ini menghasilkan skor yang digunakan sebagai salah satu acuan penilaian keuangan pengguna. Dengan pendekatan ini, Kredit Pintar dapat menyesuaikan jumlah dan tenor pinjaman berdasarkan kemampuan dan kebiasaan finansial peminjam. Menurut IT Director Kredit Pintar, Irwan Prabowo, skor psikometri memungkinkan perusahaan melihat pengguna secara lebih manusiawi dan memahami kebutuhan unik tiap individu, bukan sekadar angka dalam sistem.
Irwan menambahkan bahwa semua data psikometri dikelola secara aman sesuai regulasi dan hanya digunakan untuk keperluan analisis internal di bawah pengawasan OJK. Inisiatif ini diharapkan dapat mencegah praktik pinjaman berlebihan dan mendorong keputusan finansial yang lebih tepat di kalangan pengguna.
Selain memperkenalkan teknologi baru, Kredit Pintar juga aktif memberikan edukasi finansial kepada mahasiswa Universitas Victory Sorong. Riscky Aditya, Head of Compliance Kredit Pintar, menyampaikan pentingnya memahami struktur pinjaman secara menyeluruh, termasuk bunga, biaya tambahan, serta risiko gagal bayar yang dapat berdampak panjang, mulai dari catatan kredit buruk hingga hambatan dalam proses kerja di masa depan.
Program literasi ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Kredit Pintar untuk meningkatkan pemahaman keuangan sejak dini, khususnya di kalangan muda. Edukasi tidak hanya menyasar pengguna aktif, tetapi juga calon pengguna, agar mereka dapat mengambil keputusan finansial yang lebih bijak.
Brand Manager Kredit Pintar, Puji Sukaryadi, menyampaikan bahwa melalui program Kelas Pintar Bersama, pihaknya telah menjangkau lebih dari 2.300 masyarakat di 36 kota di Indonesia sejak 2022 hingga Juni 2025. Program ini terus diperluas untuk mendukung inklusi keuangan dan membangun perilaku pinjaman yang aman dan cerdas.
Dalam praktiknya, survei psikometri dilakukan melalui kuesioner singkat berbasis ilmu perilaku. Pertanyaan dalam survei mencakup kebiasaan menabung, kemampuan merencanakan keuangan, mengelola risiko, serta pengendalian diri terhadap konsumsi. Tujuannya adalah membentuk kebiasaan keuangan yang lebih disiplin dan terukur.
Dengan pendekatan yang lebih personal ini, Kredit Pintar berharap dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan fintech serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan keuangan digital yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan di Indonesia.