Suasana penuh optimisme menyelimuti Sekretariat Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) ketika advokat dan kurator senior, Arman Hanis, S.H., secara resmi menyerahkan formulir pendaftaran sebagai Calon Ketua Dewan Kehormatan AKPI untuk periode 2025–2028. Pendaftaran yang berlangsung pada Selasa, 22 Juli 2025, itu turut dihadiri oleh sejumlah pendukung dari berbagai angkatan kurator. Bertempat di Sekretariat AKPI Saharjo Square, Jl. Dr. Saharjo No. 49, Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Arman Hanis hadir dengan keyakinan dan dukungan penuh untuk membawa perubahan serta memperkuat marwah organisasi.
Kehadiran para pendukung menjadi sinyal kuat bahwa pencalonan Arman Hanis memperoleh sambutan positif dan luas dari berbagai kalangan anggota AKPI. Mereka melihatnya sebagai sosok pemimpin yang memiliki integritas tinggi dan pengalaman panjang untuk memimpin Dewan Kehormatan. Dalam proses pendaftarannya, Arman mengusung tagline “Merawat Etik, Menjaga Profesionalisme”, yang menjadi inti dari visi kepemimpinannya. Ia menegaskan komitmennya untuk memastikan Dewan Kehormatan AKPI menjadi pilar utama dalam menjaga standar etika dan profesionalisme anggotanya.
Dukungan terhadap Arman Hanis bukanlah tanpa alasan. Ia dikenal sebagai figur pemersatu dengan rekam jejak panjang dan teruji dalam dunia hukum, khususnya di bidang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Sejak terdaftar sebagai kurator dan pengurus di Kementerian Hukum dan HAM pada tahun 2008, Arman telah menangani berbagai perkara restrukturisasi utang dan kepailitan yang kompleks dengan reputasi yang tetap terjaga. Tak hanya itu, pengalamannya dalam memimpin organisasi profesi, seperti saat menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Advokat Indonesia (AAI), menjadi modal krusial. Ia dinilai mampu menjadi figur pemersatu yang bisa merangkul semua anggota dan menjaga soliditas AKPI di masa depan. Kompetensi dan integritasnya dinilai sebagai satu paket lengkap yang sangat dibutuhkan untuk memimpin Dewan Kehormatan, lembaga yang bertugas menjaga etika dan profesionalisme kurator serta pengurus di Indonesia.
Rekam jejaknya sebagai Ketua Umum AAI menunjukkan komitmennya dalam menyatukan organisasi yang sempat terpecah. Dalam situasi yang menantang, ketika AAI sempat terbelah menjadi tiga kepengurusan, Arman Hanis tidak memilih jalur konfrontatif. Sebaliknya, ia menggandeng para pimpinan AAI lainnya untuk menggelar Musyawarah Nasional Bersama sebagai upaya rekonsiliasi. Langkah itu membuahkan hasil yang nyata dengan rencana rekonsiliasi AAI yang akan terealisasi dalam beberapa bulan ke depan.
Dalam kesempatan pendaftaran tersebut, Arman menyampaikan bahwa motivasi utamanya untuk maju sebagai Calon Ketua Dewan Kehormatan adalah memperkuat peran fundamental lembaga tersebut sebagai penjaga martabat profesi. “Fokus utama saya adalah memastikan Dewan Kehormatan dapat berperan optimal sebagai benteng terakhir penjaga etika dan integritas profesi kurator dan pengurus,” ujar Arman Hanis kepada wartawan. Ia menekankan bahwa Dewan Kehormatan tidak cukup hanya menunggu laporan, tetapi juga harus proaktif dalam memberikan panduan serta pembinaan agar setiap anggota AKPI menjalankan tugas dan fungsinya dengan integritas, keadilan, dan martabat.
“Kita ingin Dewan Kehormatan menjadi lembaga yang disegani, bukan karena menakutkan, tetapi karena keputusannya yang bijaksana, adil, dan kontribusinya yang nyata dalam meningkatkan kualitas profesi. Kepercayaan publik terhadap kurator dan pengurus harus terus kita bangun, dan itu dimulai dari penegakan kode etik yang tanpa kompromi, demi Menjaga Profesionalisme,” tegasnya.
Dengan visi yang jelas dan dukungan yang kuat dari berbagai pihak, pencalonan Arman Hanis sebagai Ketua Dewan Kehormatan AKPI diharapkan membawa angin segar dalam penegakan etika profesi serta menjadikan AKPI sebagai organisasi yang semakin solid dan dihormati. Arman pun dikenal sebagai sosok yang diterima oleh semua kalangan, baik senior maupun junior. Meskipun tergolong senior, ia tetap bersahabat dan terbuka, sehingga dukungan terhadapnya datang dari berbagai lapisan anggota. Bahkan, bentuk dukungan itu diwujudkan dalam atribut kampanye berupa banner dan pin dalam empat warna yang berbeda, sebagai simbol dukungan dari para pendukung empat calon Ketua Umum AKPI.
Pengalaman Arman Hanis tidak hanya sebagai kurator selama 17 tahun, tetapi juga sebagai anggota Dewan Kehormatan AKPI periode 2016–2019. Pada masa itu, terlihat kolaborasi yang erat antara Ketua Umum AKPI saat itu, James Purba, dan jajaran pengurusnya bersama Dewan Kehormatan dalam menjaga marwah organisasi serta mengawal profesionalisme para kurator dan pengurus. Kedekatannya dengan berbagai kalangan pun menjadi alasan kuat lainnya mengapa Arman mendapat dukungan yang begitu besar. Ia dikenal ringan tangan dan tak sungkan memberikan bantuan kepada para kurator, baik senior maupun junior. Maka tak heran, Arman diterima luas di seluruh kalangan.
Pada akhirnya, majunya Arman Hanis sebagai Calon Ketua Dewan Kehormatan membawa harapan bahwa lembaga ini tidak hanya menjadi “pengadilan” etik semata, tetapi juga menjadi institusi yang menjaga dan melindungi para rekan kurator yang telah menjalankan profesinya dengan benar. “Rekan-rekan kurator dan pengurus juga perlu dilindungi dari segala macam upaya-upaya yang berusaha menyudutkan profesi ini, apalagi terhadap upaya kriminalisasi tak berdasar,” tandas Arman.