Content Creator konon menjadi profesi yang diimpikan generasi masa kini. Sebab, hanya bermodalkan media digital serta kreativitas, seseorang dapat terkenal di dunia digital dan berpenghasilan. Mereka diminta untuk selalu membuat konten di media sosial sehingga nantinya mendatangkan banyak follower dan dipercaya brand untuk mempromosikan produk mereka.
Kreator konten dan entrepreneur Yumna Aisyah menegaskan bukan hanya sekedar konten, butuh 3M saat membuat konten yakni menarik, mengedukasi dan memotivasi.
Membuat konten itu jika ingin banyak yang lihat tentu harus menarik tapi tidak hanya menarik tapi juga harus mengedukasi memberikan pelajaran pada follower. Bisa juga memberi ilmu baru.
“Namun tetap semua yang saya bagikan ini sesuatu yang sudah valid kebenarannya. Jangan sampai asal dibagikan begitu saja. Terakhir, diusahakan dapat memotivasi sering juga berbagi motivasi kepada para follower. Misalnya, mereka yang ingin buka bisnis atau juga ingin menjadi kreator konten,” ungkapnya saat menjadi Key Opinion Leader dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (08/10/2021).
Menurutnya, tidak harus tidak selamanya harus memahami skill teknik tapi bagaimana ide itu juga penting. Semua seimbang menyangkut ide dan skill. Kalau kita sudah punya ide itu kita perlu mengenali dan mempelajarilagi dalam membuat konten. Tidak seperti dasar lagi seperti menyertakan tulisan pada video, cara edit foto dan lainnya. Bagaimana cara menulis caption juga harus menjadi perhatian.
“Kita harus menggunakan bahasa yang menarik ketika menginformasikan ada satu produk lipstik. Saya harus menginformasikan harus bisa storytelling juga produk itu seperti apa, formulanya seperti apa. Harus benar-benar paham product knowledge namun tidak seperti menghapal,” jelasnya.
Selain storytelling, copywriting juga penting, kemampuan kita dalam mengelola kata dan kalimat-kalimat agar dapat menarik. Jadi kalau misalkan kita mempromosikan sebuah produk di Instagram bukan hanya foto tapi caption harus menarik. Itu akan terus berkembang kalau kita asah terus menerus.
Yumna mengatakan, mengasah dalam berbagai bentuk namun sederhananya seperti memperbanyak improvisasi. Kita harus belajar dalam situasi apapun, berusaha mengeluarkan 100% dari kemampuan kreatifitas kita dengan menggunakan sumber yang ada. Sumber-sumber itu bisa dari internet, lihat di Instagram juga apa yang sedang tren atau yang lagi happening sekarang.
Kalau konsisten pasti akan membuahkan hasil yang baik dan jauhi putus asa jika konten kita tidak ada yang like atau tonton. Teruslah membuat konten sebab itulah modal awal menjadi seorang konten kreator.
Webinar juga menghadirkan pembicara, Bukhori (Relawan TIK Sukabumi), Byarlina Gyamitri (konsultan SDM), Diana Balienda (Trainer Digital), dan Aditianata (Dosen Universitas Esa Unggul).












