PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang 2025 dengan laba bersih mencapai Rp1,31 triliun, naik 17,26% dibandingkan Rp1,12 triliun pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini juga tercermin pada laba per saham yang meningkat menjadi Rp75,68, menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjaga profitabilitas di tengah kompetisi industri yang ketat.
Dari sisi top line, ERAA membukukan penjualan bersih sebesar Rp76,60 triliun atau tumbuh 17,35% secara tahunan. Pertumbuhan ini didorong oleh tingginya permintaan perangkat digital, terutama smartphone dan tablet yang menyumbang Rp60,07 triliun atau sekitar 78,41% dari total pendapatan.
Selain itu, segmen aksesoris dan produk lainnya turut memberikan kontribusi signifikan sebesar Rp11,92 triliun, diikuti oleh penjualan komputer dan perangkat elektronik lainnya sebesar Rp3,05 triliun. Sementara itu, produk operator menyumbang Rp1,55 triliun, memperkuat diversifikasi sumber pendapatan perusahaan.
Di tengah ekspansi penjualan, beban pokok penjualan meningkat 17,67% menjadi Rp68,25 triliun. Namun, perusahaan tetap mampu menjaga margin dengan mencatatkan laba kotor sebesar Rp8,35 triliun, naik 14,78% dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan efisiensi operasional yang relatif terjaga.
Dari sisi biaya operasional, beban penjualan dan distribusi meningkat cukup tinggi sebesar 27,8% menjadi Rp3,82 triliun, seiring dengan ekspansi jaringan dan aktivitas pemasaran. Sementara itu, beban umum dan administrasi naik lebih moderat sebesar 8,41% menjadi Rp2,79 triliun.
Meski demikian, perusahaan tetap mencatat pertumbuhan laba usaha sebesar 14,19% menjadi Rp2,43 triliun. Kinerja ini juga didukung oleh peningkatan pendapatan lain-lain yang mencapai Rp753,81 miliar, naik signifikan dari Rp441,61 miliar pada tahun sebelumnya.
Secara industri, pertumbuhan ERAA sejalan dengan tren pasar perangkat digital global. Riset terbaru menunjukkan pengiriman smartphone global kembali tumbuh sekitar 6–8% pada 2025 setelah sempat mengalami kontraksi, dengan kawasan Asia Tenggara menjadi salah satu motor utama pertumbuhan berkat penetrasi internet dan adopsi perangkat 5G yang semakin luas.
Kinerja positif ini menegaskan posisi Erajaya Swasembada sebagai pemain utama dalam distribusi perangkat telekomunikasi di Indonesia. Dengan strategi ekspansi kanal ritel dan penguatan ekosistem digital, perusahaan memiliki peluang untuk terus menangkap pertumbuhan pasar, terutama dari siklus pembaruan perangkat dan meningkatnya kebutuhan konsumen terhadap teknologi mobile yang lebih canggih.












