PT Astra International Tbk. (ASII) mencatatkan kinerja gemilang di sektor otomotif sepanjang lima bulan pertama tahun 2026. Emiten pelat merah itu berhasil membukukan penjualan mobil sebanyak 182.136 unit secara wholesales dengan pangsa pasar nasional mencapai 51%.
Berdasarkan data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Astra International khususnya pada Mei 2026 mampu menguasai porsi pasar hingga 56%. Sepanjang bulan kelima tahun ini, total penjualan mobil di bawah naungan Astra secara wholesales tercatat sebanyak 38.768 unit. Realisasi tersebut tumbuh tipis dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 34.480 unit.
Head of Corporate Communications Astra, Windy Riswantyo, mengatakan bahwa kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia terus berkembang seiring dengan pertumbuhan penjualan kendaraan nasional pada lima bulan pertama tahun 2026.
“Di tengah berbagai dinamika yang ada, Astra senantiasa berupaya menghadirkan pilihan produk dan layanan yang relevan bagi pelanggan melalui berbagai merek, segmen kendaraan, serta teknologi yang tersedia,” ujar Windy dalam keterangan resminya, dikutip jumat (12/6/2026).
Lebih lanjut, Windy menegaskan bahwa ke depan perseroan akan terus berfokus pada pemenuhan kebutuhan pelanggan serta menjaga kualitas layanan. Penguatan jaringan dealer, layanan pembiayaan, purnajual, serta solusi mobilitas lainnya menjadi prioritas utama Astra.
Dari sisi merek, kontribusi penjualan terbesar masih disumbang oleh Toyota dan Lexus dengan total 111.560 unit. Disusul Daihatsu sebanyak 59.420 unit, Isuzu sebesar 10.820 unit, serta UD Trucks sebanyak 336 unit.
Sementara itu, di segmen kendaraan ramah kantong atau Low Cost Green Car (LCGC), Astra juga menunjukkan dominasi. Per Mei 2026, Astra mencatat penjualan 6.836 unit untuk segmen tersebut, sehingga pangsa pasarnya melonjak menjadi 83% dari total pasar LCGC domestik.
Secara akumulatif sepanjang Januari hingga Mei 2026, total mobil LCGC Astra yang terserap pasar mencapai 35.211 unit. Adapun total penjualan mobil domestik secara keseluruhan dalam periode yang sama tercatat sebanyak 359.015 unit.












