Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) masuk dalam daftar 10 perguruan tinggi dengan SINTA Score Overall tertinggi yang menjadi bahan pemeringkatan program studi secara nasional. UBSI menempati posisi keenam secara nasional dengan skor 12.276.
Capaian tersebut menempatkan UBSI di atas Universitas Riau, Universitas Diponegoro, Universitas Mercu Buana, dan BINUS University. Posisi itu sekaligus menunjukkan rekam jejak aktivitas akademik dan penelitian UBSI yang tercatat dalam Science and Technology Index (SINTA).
Rektor UBSI, Mochamad Wahyudi, mengatakan bahwa capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam membangun ekosistem akademik. Ekosistem tersebut tidak hanya berorientasi pada proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga pada pengembangan pengetahuan dan inovasi.
“Bagi UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan membangun ekosistem akademik,” kata Prof. Wahyudi kepad media, pada Senin (14/9/2026).
Menurutnya, aktivitas akademik yang dilakukan dosen dan peneliti turut membentuk rekam jejak perguruan tinggi. Kegiatan tersebut mencakup publikasi, penelitian, sitasi, kekayaan intelektual, hingga pengabdian kepada masyarakat.
“Aktivitas dosen dan peneliti dalam menghasilkan publikasi, melakukan penelitian, membangun sitasi, menghasilkan kekayaan intelektual, serta melaksanakan pengabdian kepada masyarakat pada akhirnya turut membentuk rekam jejak akademik perguruan tinggi,” ujarnya.
Ia menilai proses tersebut menjadi bagian dari pengembangan pengetahuan dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi. Oleh karena itu, capaian yang tercatat dalam SINTA tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan hasil dari berbagai aktivitas akademik.
“Ada proses akademik yang berlangsung di belakangnya dan melibatkan dosen, peneliti, mahasiswa, serta institusi dalam menghasilkan dan menyebarluaskan pengetahuan,” lanjut Prof. Wahyudi.
UBSI Berada di Posisi Keenam
Dalam daftar perguruan tinggi dengan SINTA Score Overall tertinggi, Telkom University berada di posisi pertama dengan skor 18.440. Universitas Tarumanagara berada di posisi kedua dengan skor 17.633, disusul Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka dengan skor 14.458.
Lalu Universitas Islam Bandung menempati posisi keempat dengan skor 14.364. Sementara itu, Universitas Padjadjaran berada di posisi kelima dengan skor 12.817, UBSI di posisi keenam dengan skor 12.276.
Setelah UBSI, Universitas Riau mencatat skor 11.463. Kemudian Universitas Diponegoro dengan skor 10.216, Universitas Mercu Buana 10.124, dan BINUS University dengan skor 9.952.
Jika dilihat dari selisih skor, UBSI terpaut 551 poin dari Universitas Padjadjaran yang berada satu tingkat di atasnya. Sementara itu, skor UBSI unggul 813 poin dibandingkan Universitas Riau di posisi ketujuh.
SINTA Tak Sekadar Menghitung Publikasi
Science and Technology Index (SINTA) sendiri merupakan sistem yang digunakan untuk mengukur dan memetakan kinerja publikasi serta aktivitas penelitian dan inovasi dalam ekosistem ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia.
Pengukuran tersebut tidak hanya berkaitan dengan jumlah artikel ilmiah yang dipublikasikan. Di dalamnya terdapat sejumlah indikator yang menggambarkan aktivitas akademik dan penelitian, mulai dari publikasi dan sitasi hingga penelitian, kekayaan intelektual, pengabdian kepada masyarakat, serta produktivitas dosen.
Publikasi menunjukkan karya ilmiah yang dihasilkan dosen dan peneliti. Sementara sitasi memberikan gambaran mengenai sejauh mana karya tersebut digunakan atau dirujuk dalam karya ilmiah lainnya.
Aktivitas penelitian dan hibah riset juga menjadi bagian dari rekam jejak tersebut. Begitu pula kekayaan intelektual dan paten yang merepresentasikan hasil inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat yang menunjukkan penerapan kompetensi akademisi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan demikian, skor SINTA dapat menjadi salah satu gambaran mengenai produktivitas akademik dan kinerja penelitian perguruan tinggi berdasarkan indikator yang tercatat dalam ekosistem SINTA.
Riset Menjadi Bagian dari Ekosistem Kampus
Wahyudi juga menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem akademik di UBSI. Aktivitas penelitian dan publikasi melibatkan berbagai unsur kampus dalam menghasilkan serta menyebarluaskan pengetahuan.
“Publikasi, penelitian, sitasi, kekayaan intelektual, dan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari aktivitas akademik yang turut membentuk rekam jejak perguruan tinggi,” ujar Prof. Wahyudi.
Bagi mahasiswa yang tertarik pada bidang komunikasi, perkembangan ekosistem akademik tersebut dapat menjadi bagian dari lingkungan pembelajaran. Prodi Ilmu Komunikasi UBSI juga berada dalam konteks perkembangan media dan industri digital yang terus berubah.
“Pengembangan pengetahuan dan inovasi menjadi bagian penting dalam perjalanan membangun ekosistem akademik,” kata Wahyudi.
Capaian SINTA tersebut menjadi salah satu rekam jejak aktivitas akademik UBSI. Penguatan penelitian, publikasi, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat selanjutnya menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem akademik perguruan tinggi.
Informasi mengenai Program Studi Ilmu Komunikasi dan penerimaan mahasiswa baru UBSI dapat diakses melalui bsi.ac.id












