Jakarta 23 Oktober 2026, – PT Polytama Propindo (Polytama), produsen resin polipropilena terkemuka di Indonesia, kembali berpartisipasi dalam Allplas Indonesia Expo 2026, pameran industri plastik dan petrokimia yang berlangsung pada 20–23 Oktober 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan sekaligus mendorong inovasi dan pertumbuhan industri petrokimia nasional.
Mengusung semangat kolaborasi dan pengembangan industri, Polytama berpartisipasi bersama Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (INAPLAS), PT Chandra Asri Pacific Tbk, PT Timah Industri, serta Ligo Group. Kehadiran Polytama dalam ajang tahunan ini merupakan kelanjutan dari upaya perusahaan untuk mendekatkan inovasi produk kepada pelanggan, pelaku industri hilir, mitra usaha, serta pemangku kepentingan lainnya.
Allplas Indonesia Expo 2026 menjadi wadah strategis bagi para pelaku industri untuk mengikuti perkembangan teknologi, material, proses produksi, dan solusi keberlanjutan di sektor plastik. Bagi Polytama, momentum ini sekaligus memperkuat komunikasi dengan pasar mengenai produk resin polipropilena atau polypropylene (PP) sebagai salah satu bahan baku penting dalam beragam aplikasi industri.
“Partisipasi Polytama dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus mengembangkan industri petrokimia yang kompetitif melalui inovasi, kolaborasi, dan pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan,” ucap Direktur PT Polytama Propindo, Dwinanto Kurniawan.
Selain berpartisipasi dalam pameran, Polytama juga mengambil bagian dalam rangkaian seminar industri yang menghadirkan pembahasan mengenai prospek bahan baku plastik, perkembangan teknologi, tantangan pasar, pengelolaan sumber daya manusia, hingga keberlanjutan industri. Pada Rabu, 21 Oktober 2026, Polytama turut menjadi pemateri dalam sesi seminar “The Outlook of Midstream Plastic Raw Material Industry” yang membahas situasi pasar global dan domestik, prospek industri bahan baku plastik di sektor hulu dan menengah, dinamika, serta tantangan dan kesiapan produsen dalam mendukung pertumbuhan industri pengguna bahan baku plastik di dalam negeri.

Sementara itu, pada Kamis, 22 Oktober 2026, Polytama kembali berpartisipasi sebagai pemateri dalam seminar teknis bertajuk Technical Issue Process for PP, PE, PET Products and the Challenge Circular Economy for Sustainability Products”. Dalam sesi tersebut, pembahasan Polytama berfokus pada penanganan isu teknis PP homopolimer dan kopolimer untuk aplikasi kemasan plastik, yang relevan dengan kebutuhan pengolahan dan pengembangan produk pelanggan.
Melalui forum teknis tersebut, Polytama menekankan pemahaman mengenai karakteristik material PP dan penerapannya dalam proses produksi. Pertukaran pengetahuan antara produsen bahan baku dan industri pengolahan diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan teknis, meningkatkan kesesuaian material dengan aplikasi produk, serta membuka peluang perbaikan proses secara berkelanjutan.
Keterlibatan dalam seminar dan diskusi interaktif juga mempertegas posisi Polytama sebagai mitra industri yang tidak hanya menyediakan bahan baku, tetapi turut membangun hubungan kolaboratif dengan pelanggan. Pendekatan ini penting agar pengembangan produk dan solusi teknis dapat berjalan seiring dengan kebutuhan pasar, perkembangan teknologi pengolahan, serta tuntutan kualitas produk akhir.
Bagi Polytama, penguatan bisnis dilakukan melalui pengembangan produk, peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan, penguatan hubungan kemitraan, serta pengembangan kapasitas produksi. Berbagai langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya saing perusahaan sekaligus memperkuat kontribusinya dalam mendukung rantai pasok industri petrokimia dan plastik nasional.
Salah satu langkah strategis perusahaan adalah pengembangan kapasitas produksi melalui proyek Polypropylene Plant Balongan (PPB) dengan kapasitas tambahan sebesar 300 ribu ton per tahun atau 300 KTA. Pengembangan ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi Polytama dari sebelumnya 300 KTA menjadi 600 KTA pada 2029, sehingga memperkuat kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik. Upaya tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat kemandirian industri nasional, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, penurunan angka impor dan mengembangkan rantai pasok yang semakin kompetitif.
Polytama meyakini bahwa pertumbuhan industri yang berkelanjutan perlu ditopang oleh tata kelola perusahaan yang baik, transparansi dalam menjalankan bisnis, serta komunikasi yang terbuka dengan para pemangku kepentingan. Prinsip-prinsip tersebut menjadi landasan dalam membangun kepercayaan, memperkuat kemitraan, dan menjaga kesinambungan bisnis di tengah perubahan lingkungan industri.
Komitmen perusahaan juga mencakup upaya membangun hubungan yang konstruktif dengan pemerintah, asosiasi industri, pelanggan, mitra usaha, dan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Pelibatan para pemangku kepentingan dan daerah dalam proses pengembangan usaha diharapkan dapat menciptakan pemahaman bersama, memperluas peluang kolaborasi, serta mendorong manfaat ekonomi yang lebih inklusif.
Polytama berkomitmen untuk mengambil bagian dalam memperkuat industri petrokimia nasional serta menciptakan nilai tambah dan manfaat jangka panjang bagi industri, masyarakat, dan perekonomian Indonesia.












