Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperkuat langkah pengembangan bioenergi nasional melalui kerja sama strategis dengan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dalam kegiatan Danantara Technology Innovation & Investment Forum (DTIIF) 2026 yang berlangsung pada Selasa, (27/10/2026).
DTIIF mencakup pengembangan energi terbarukan, penjajakan pengelolaan fasilitas produksi biodiesel, serta riset dan pengembangan bioetanol generasi kedua (2G), sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Dalam forum bertema “Investing in Tomorrow: Advancing Technology, Innovation, and Sustainable Growth” tersebut, Pertamina NRE melaksanakan tiga agenda kerja sama, yakni re-announcement nota kesepahaman pengembangan energi terbarukan bersama PT Agrinas Palma Nusantara, penandatanganan Heads of Agreement (HoA) terkait penjajakan pengelolaan dan pemanfaatan fasilitas produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) bersama PT Agrinas Palma Nusantara, serta nota kesepahaman penjajakan riset dan pengembangan bioetanol 2G berbasis produk samping perkebunan dan pengolahan tebu bersama SGN.
Agenda kerja sama tersebut melibatkan Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Pertamina NRE Harsono Budi Santoso, Direktur Bisnis Agrinas Palma Nusantara Nurhidayat, perwakilan Agrinas Palma Nusantara Gagah Guntur Aribowo, serta Direktur Utama SGN Mahmudi.
Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, menyampaikan bahwa penguatan kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu langkah strategis perusahaan dalam mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan, khususnya bioenergi yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia.
“Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan bioenergi, baik dari sektor perkebunan maupun industri pengolahan. Melalui kerja sama ini, kami ingin mengoptimalkan potensi tersebut bersama para mitra untuk mendukung pengembangan energi terbarukan dan memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar John.
Kerja sama dengan PT Agrinas Palma Nusantara diawali dengan pengumuman kembali nota kesepahaman pengembangan energi terbarukan yang sebelumnya telah disepakati pada 25 Mei 2026. Agenda tersebut diwakili oleh Harsono Budi Santoso dan Gagah Guntur Aribowo, serta disaksikan oleh Chief Technology Officer (CTO) Danantara Indonesia, Sigit Puji Santosa.
Kolaborasi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan HoA oleh Harsono Budi Santoso dan Direktur Bisnis Agrinas Palma Nusantara, Nurhidayat, sebagai landasan penjajakan kerja sama pengelolaan dan pemanfaatan fasilitas produksi FAME di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, yang memiliki kapasitas terpasang sebesar 600.000 ton per tahun.
Melalui HoA tersebut, kedua perusahaan akan melakukan kajian bersama untuk mengevaluasi potensi pengoperasian, pemeliharaan, revitalisasi, dan pengembangan fasilitas produksi FAME. Kajian mencakup aspek teknis, operasional, komersial, finansial, dan hukum guna menentukan struktur serta skema kerja sama yang layak. Pelaksanaan kerja sama lebih lanjut akan mempertimbangkan hasil studi kelayakan, pemenuhan ketentuan yang berlaku, serta persetujuan dari pihak dan instansi berwenang.
Selain kerja sama pengembangan biodiesel, Pertamina NRE juga memperluas penjajakan pengembangan bioetanol melalui penandatanganan nota kesepahaman bersama SGN. Kesepakatan ini berfokus pada potensi riset dan pengembangan bioetanol generasi kedua (2G) dengan memanfaatkan produk samping dari kegiatan perkebunan dan pengolahan tebu.
Ruang lingkup penjajakan meliputi pembahasan aspek teknis, ketersediaan bahan baku, teknologi, rantai pasok, serta kelayakan ekonomi sebagai dasar evaluasi potensi kerja sama lebih lanjut.
Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Pertamina NRE, Harsono Budi Santoso, menjelaskan bahwa kedua inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperluas portofolio pengembangan bioenergi melalui pemanfaatan sumber daya dan infrastruktur yang tersedia.
“Kerja sama dengan Agrinas Palma Nusantara diarahkan untuk mengoptimalkan fasilitas produksi FAME, sementara kerja sama dengan SGN berfokus pada pemanfaatan produk samping industri tebu untuk pengembangan bioetanol generasi kedua. Kedua inisiatif ini akan ditindaklanjuti melalui kajian teknis dan komersial untuk melihat potensi serta kelayakan kerja samanya,” jelas Harsono pada kegiatan DTIIF.
Melalui partisipasi dalam DTIIF 2026, Pertamina NRE menegaskan komitmennya untuk memperluas kolaborasi strategis dalam pengembangan energi rendah karbon, khususnya pada sektor bioenergi. Penjajakan kerja sama pengelolaan fasilitas produksi FAME dan pengembangan bioetanol generasi kedua diharapkan dapat membuka peluang pemanfaatan sumber daya domestik secara lebih optimal, mendukung diversifikasi sumber energi, serta berkontribusi terhadap percepatan transisi energi dan penguatan kemandirian energi nasional.












