Kita berada di era keterbukaan informasi. Dengan demikian, setiap individunya memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan tergantung individu itu sendiri dalam mengambil manfaatnya. Berkat penetrasi internet juga di era ini kita bisa terkoneksi satu sama lain.
Penetrasi internet ini mempengaruhi potensi pertumbuhan ekonomi secara digital. Di tahun 2025 nanti diprediksikan terjadinya potensi kenaikan ekonomi digital Indonesia sebesar 2-3 kali lipat sebesar 133 Dollar AS. Potensi ini merupakan paling tinggi dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. Ia mengatakan, bangkitnya ekonomi lokal juga didukung pemerintah untuk semakin berkembang ke arah lebih baik.
“Sentimen ini juga memicu sentimen positif terhadap produk lokal. Saat pandemi semua orang mulai menyukai produk lokal dengan kualitas yang mampu bersaing,” tutur Ricco Antonius selaku Founder dari Patris Official Store, saat mengisi webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kota Cirebon, Jawa Barat, Rabu (8/9/2021).
Namun, pertumbuhan tersebut tidak bisa menghapus celah atas tindakan kejahatan di era ini. Ancaman praktik yang merugikan bisnis online dapat datang kapanpun dan dari mana pun.
Dari luar bisnis, kejahatan yang sering terjadi ialah phishing. Kejahatan ini bertujuan untuk mendapatkan akses dan data penting lainnya. Untuk menghindari phishing, jangan berikan OTP dan data penting ke orang tidak dikenal. Kemudian, ada malware/virus/ransome, kejahatan ini biasa dilakukan dengan memberikan link berbahaya untuk meretas dan mengambil akses terhadap informasi sensitif. Oleh karena itu, jangan asal klik link mencurigakan dan pastikan link aman dengan https.
Selain itu, ada juga konsumen yang berniat buruk untuk menipu. Modus penipuan jenis ini sangat banyak, yang paling umum ialah memberikan bukti bayar palsu kepada penjual.
“Kalau ancaman dari dalam itu ada tim melakukan kecurangan dengan memanfaatkan penyalahgunaan data sharing untuk kepentingan pribadi yang dia pakai,” jelasnya.
Jika ancaman tersebut terjadi dari dalam, kita bisa menyimpan data sensitif terpisah dari data perusahaan. Gunakan keamanan dengan two factor authentication. Lalu, buat kebijakan perusahaan yang saling membangun dan pastikan setiap bagian mendapat hak dan kewajiban yang setara.
Secara keseluruhan, poin penting dalam menjaga keamanan bisnis di era digital dengan menjaga data diri dan bisnis, tidak asal memberikan akses, melakukan backup data, melengkapi bisnis dengan alat yang mumpuni untuk memperketat keamanan, dan jangam takut untuk melapor ke pihak yang bisa membantu mengatasi jika terjadi kejahatan.
Webinar juga menghadirkan pembicara Rendi Saeful Ajid (RTIK Jawa Barat), Eko Praseryo (Co-Founder Syburst Corporation), Ria Aryanie (Praktisi Humas & Komunikasi Co-Founder, CEO Talk Link), dan Lady Kjaernett sebagai Key Opinion Leader.












