Jakarta, 27 April 2206 – PT Polytama Propindo (Polytama), produsen resin polipropilena terkemuka di Indonesia, kembali mencatatkan pencapaian di tingkat global melalui program inovasi sosial Re-Di (Recycle by Difabel). Program ini berhasil meraih penghargaan pada ajang International CSR Excellence Awards 2026 yang berbasis di Inggris, sebagai bentuk pengakuan internasional atas keberhasilan Polytama dalam mengintegrasikan pengelolaan limbah plastik dengan pemberdayaan masyarakat sekitar operasional perusahaan.
Penghargaan ini mempertegas bahwa pendekatan Polytama dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan tidak berhenti pada aspek kepatuhan, melainkan telah berkembang menjadi model inovasi yang mampu menjawab tantangan lingkungan dan sosial secara simultan.

Melalui semangat Waste for Empowerment, program Re-Di mengubah limbah plastik menjadi produk bernilai seperti kaki palsu Polystep dan furnitur daur ulang, sekaligus membuka akses ekonomi, kemandirian, dan inklusi sosial bagi penyandang disabilitas.
Program ini dirancang Polytama sebagai ekosistem terpadu yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari kelompok difabel, atlet paralimpik, pelajar, hingga kelompok rentan lainnya. Tidak hanya menciptakan nilai ekonomi baru, Re-Di juga berkontribusi dalam pemanfaatan kembali limbah plastik serta mendukung pencapaian 11 aspek Sustainable Development Goals (SDGs), menjadikannya sebagai model CSR yang berdampak luas dan terukur.
Dalam program Re-Di, Polytama berperan sebagai penyedia inovasi dan teknologi, sementara komunitas masyarakat menjadi motor penggerak dalam mengolah dan memanfaatkan sumber daya tersebut. Sinergi ini menciptakan ekosistem yang saling menguatkan. Dari perspektif lingkungan, program ini berkontribusi pada pengurangan volume sampah plastik. Dari sisi ekonomi, tercipta peluang usaha baru. Sementara dari aspek sosial, terjadi peningkatan kualitas hidup dan martabat kelompok difabel.
Direktur PT Polytama Propindo, Dwinanto Kurniawan, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi momentum penting sebagai bukti komitmen Perusahaan dalam menciptakan dampak berkelanjutan.

“Penghargaan ini bukan sekadar pengakuan, tetapi juga pengingat bahwa tanggung jawab industri tidak hanya pada produk yang dihasilkan, melainkan pada dampak yang ditinggalkan. Melalui Re-Di, kami ingin membuktikan bahwa limbah plastik dapat menjadi sumber nilai baru, sekaligus membuka ruang bagi saudara-saudara kita, kelompok difabel, untuk tumbuh mandiri dan berdaya. Inilah esensi dari Waste for Empowerment yang kami dorong secara konsisten,” ujar Dwinanto.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari kekuatan kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, sinergi menjadi faktor kunci dalam memastikan keberlanjutan program sekaligus memperluas dampaknya ke lebih banyak penerima manfaat.
Dwinanto menyampaikan, ke depan, Polytama akan terus memperkuat kolaborasi dan inovasi, agar program dapat berkembang sekaligus menjadi gerakan yang dapat direplikasi di berbagai wilayah. Polytama percaya bahwa ketika industri dan masyarakat berjalan bersama, maka solusi atas tantangan lingkungan dan sosial dapat tercapai secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Sejak dikembangkan, Re-Di telah menunjukkan dampak nyata, baik dari sisi sosial maupun ekonomi. Program ini berhasil meningkatkan keterampilan dan kemandirian kelompok difabel, sekaligus menciptakan peluang usaha berbasis daur ulang. Pendekatan yang digunakan juga memastikan bahwa pengelolaan limbah dilakukan secara sistematis dari hulu ke hilir, sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Raihan penghargaan internasional ini memperkuat posisi Polytama sebagai perusahaan yang adaptif terhadap standar global keberlanjutan. Lebih dari itu, pencapaian ini menjadi bukti bahwa inovasi berbasis kolaborasi mampu menghadirkan solusi nyata atas isu lingkungan dan sosial, serta menciptakan dampak ekonomi yang lebih inklusif.












