Penggunaan internet dan teknologi telah mendukung kehidupan manusia menjadi lebih mudah, berbagai peluang memunculkan apa yang disebut kreator ekonomi baru. Setiap orang menjadi makin produktif dan kreatif di ruang digital dengan membuka bisnis baru, membangun brand sendiri, maupun menjadi content creator.
“Siapa sih yang paling berperan dalam budaya digital era creator ekonomi ini? Ada dua generasi milenial dan generasi z. Mereka biasanya suka untuk berbagi ide-ide kreatif dan produktif di ruang digital. Mereka juga punya rasa ingin tahu yang tinggi, mencoba hal baru,” ujar Dee Rahma seorang Digital Marketing Strategis saat menjadi nara sumber di webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (16/9/2021).
Generasi baru pengguna platform digital ini, umumnya memanfaatkan media sosial dan memaksimalkannya untuk membangun komunitas digital agar bisa menciptakan pengaruh terhadap banyak orang melalui konten digital yang dibagikan. Lebih lanjut Dee mengatakan ada buah manis dari kreativitas dan produktivitas di ruang digital. Bisa mendapat endorsmen, membangun agensi karena sering menghandle media sosial dan mengembangkan ulang komunitasnya.
Setiap orang akhirnya juga bisa menciptakan ruang digital sehat dan produktif melalui konten yang mendukung penyebaran budaya Indonesia. Apalagi jika memahami kultur Indonesia dan memaksimalkan ruang digital agar mengenal budaya satu sama lain. Apalagi Indonesia begitu kaya dengan 700 lebih bahasa daerah, 17.000 pulau, dan lebih dari 1.000 suku.
Webinar juga menghadirkan nara sumber seperti Maria Ivana, seorang Graphic Designer, Nikita Dompas, Producer & Music Director, dan Mona Ratuliu, Founder ParenTHINK.












