Banyak sekali perubahan yang terjadi pada proses pembelajaran anak di masa pandemi. Di situasi sekarang ini, anak lebih dikenalkan dan semakin dekat dengan teknologi mulai dari balita hingga remaja.
“Sebagai orang tua, kita perlu mengenali terlebih dahulu bahwa media digital memberikan dua dampak, positif dan negatif bagi perkembangan anak,” tutur Katherine seorang Praktisi Kesehatan dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (21/9/2021).
Pengaruh positifnya, bisa meningkatkan motorik dan kognitif anak. Misalnya saat anak menonton video-video mereka akan menirukan gerakan dan ucapannya. Kemudian, menambahkan minat anak dalam pembelajaran, menambah kreativitas dan pengetahuan, mengembangkan potensi anak, dan melatih sosialisasi anak.
Namun, banyak pengaruh negatif yang bisa menimpa anak apabila media digital ini tidak digunakan dengan bijaksana. Di antaranya, menurunkan konsentrasi dan malas berpikir, mengalami berbagai gangguan kesehatan (penglihatan, pola tidur, pola makan, kegemukan, dan perubahan postur tubuh). Secara psikis, penggunaan media digital juga mempengaruhi kondisi psikis anak, seperti perubahan mood, depresi, gangguan cemas, dan gangguan bersosialisasi. Selain itu, anak berpotensi mengalami terlambat berbicara, gangguan berbahasa, hingga kecanduan.
“Untuk para orang tua mendampingi anak. tidak perlu setiap saat, setidaknya ada waktu untuk anak. Berkomunikasi dua arah agar anak tidak merasa kesepian. Anak juga diberikan kesempatan untuk menentukan minatnya,” ungkapnya.
Lanjutnya, lakukan pemantauan penggunaan media digital pada anak, dampingi anak saat memilih aplikasi sesuai dengan usianya, juga memberikan informasi terhadap bahaya keamanan ketika menggunakan media digital. Lakukan juga pembatasan penggunaan media digital. Dalam membuat aturan kedua orang tua harus kompak. Hal ini bisa dimulai dengan membuat jadwal kegiatan, dan menentukan waktu serta tempat di mana boleh menggunakan gadget.
Orang tua perlu mengenali adanya potensi kecanduan. Katherine mengatakan, terdapat tiga cara mengatasi ini, yaitu dengan memberikan teguran, menghapus aplikasi, dan mencair bantuan medis apabila sudah parah. Kenali juga aplikasi yang digunakan oleh anak, apakah sesuai dengan usianya, tingkat keamanannya, hingga iklan-iklan di dalamnya.
Agar orang tua selalu update informasi, maka bisa banyak membaca, mengikuti forum parenting, dan masuk ke dalam grup parenting. Jangan sampai orang tua kalah update dengan anak di media digital.
Webinar juga menghadirkan pembicara Lim Sau Liang (Owner Madame Lim), Muhammad Arifin (Kabid Komunikasi Publik RTIK Indramayu), Erlangga Seta (IT Consultant & Start Up Enthusiast), dan Clarissa Purba sebagai Key Opinion Leader.












