Transformasi digital merupakan proses perubahan ke masa depan yang didasari pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara signifikan untuk memberikan nilai tambah baru bagi suatu korporasi dan juga masyarakat.
Santia Dewi, Owner @limbackstore menjelaskan, transformasi ini telah terjadi sejak era revolusi industri pertama hingga sekarang ini di era revolusi industri 4.0. Revolusi industri sendiri banyak memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia karena mempercepat pertumbuhan ekonomi dengan berkembangnya sistem transportasi dan peningkatan efektivitas serta efisiensi dalam segi produksi juga distribusi barang.
“Revolusi industri dimulai dari 1.0 yang terjadi di akhir abad 18 dengan ditemukannya mesin uap, yang akhirnya dipakai di industri untuk menggantikan tenaga manusia,” ujar Santia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (29/9/2021).
Kemudian, di awal abad 20 ditemukan mesin listrik yang menandakan revolusi industri 2.0. Sementara itu, di akhir abad 20 ditemukan komputer dan dikenal dengan industri 3.0. Saat ini, pada industri 4.0 semua kegiatan manusia banyak dilakukan secara digital karena adanya penggabungan teknologi digital dan internet dengan industri konvensional.
“Society 5.0 merupakan konsep yang diperkenalkan ketika revolusi industri 4.0 fokus dnegan perkembangan internet. Society 5.0 lebih memofukskan kebangkitan dari masyarakat/pengguna itu sendiri,” jelas Santia.
Ia menjelaskan, konsep sociey 5.0 lebih terfokus pada kombinasi pemberdayaan manusia, teknologi, dan data. Jadi, kesejahteraan masyarakat akan lebih terasa di era ini.
Saat ini, hampir semua hal menggunakan teknologi dari era revolusi industri 4.0 yang menjadikan masyarakat semakin modern dengan akses teknologi. Sedangkan era society 5.0 ialah masa di mana teknologi menjadi bagian dari manusia.
Pada society 5.0 sebagian besar informasi dianalisis oleh kecerdasan buatan dan hasilnya akan dikembalikan kepada manusia sebagai acuan dalam berinovasi. Ia mengatakan, kita membutuhkan kemampuan mendasar dalam berinovasi, seperti memecahkan masalah yang kompleks dan berpikir secara kritis, kemampuan komunikasi, adaptasi, dan menggunakan teknologi.
Contoh penerapan society 5.0 dapat dilihat pada salah satu perusahaan tranportasi online yang juga menyediakan beberapa layanan bagi masyarakat, seperti delivery makanan, membeli obat, investasi, dan lainnya.
Webinar juga menghadirkan pembicara Taufiq Aulia Rahmat (Penulis & Content Creator), Gunawan Lamri (CEO PT. Kuliner Anak Indonesia), Didno (Ketua RTIK Indramayu), dan Shinta Putri sebagai Key Opinion Leader.












