Saat ini, perlahan-lahan aktivitas konvensional masyarakat berubah ke arah digital. Namun, kehidupan serba digital harus dijalankan karena kita hidup di era 4.0.
“Teknologi digital punya kepentingan untuk koneksi sosial karena bisa berhubungan dengan siapapun dan di mana pun. Kemudian, kecepatan komunikasi, mempelajari kesempatan, dan serba otomatis,” ujar Oktavian Jasmin, COO of Prosperti Food dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/9/2021).
Dengan itu, kita masyarakat harus beradaptasi dengan kehidupan digital tanpa memandang golongan usia. Hal ini karena pertumbuhan pengguna aktif media sosial bertumbuh cukup pesat. Media sosial tersebut tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi, tetapi juga bisnis online.
Ia memaparkan, potensi pasar di Indonesia pada kebutuhan sehari-hari berada di angka 138 juta jiwa dan nilai transaksi sebesar 450 triliun atau 49 persen.
“Indonesia ini memiliki pasar yang luar biasa dan peluangnya besar sekali. Dengan pasar sebesar 450 triliun, kita hanya perlu menguasai 0,01 persen sudah cukup,” tuturnya.
Di samping itu, Okta menyampaikan, masyarakat pun sering memanfaatkan layanan transportasi online untuk membeli makan selama pandemi. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh para pemilik restoran untuk mulai beralih ke digital dan meningkatkan nilai penjualan. Selain itu, platform transportasi online juga menyediakan pelatihan bagi UMKM agar lebih maksimal dalam memanfaatkan dunia digital.
Keuntungan digital skills bagi UMKM ialah memiliki kesempatan untuk memperluas jangkauan pasar yang lebih besar, dapat mengintegrasikan pemasaran, hemat biaya karena tidak perlu biaya bensin, analisa preferensi masyarakat, mengandalkan review pembeli, serta memudahkan analisa dalam berjualan.
Ia menyampaikan, dalam berbisnis online sikap yang perlu dimiliki ialah pantang menyerah, selalu bersyukur, mencukupkan diri dan menjaga arus keluar masuk uang dengan baik, dan berkomunitas dengan sesama bisnis kecil/UMKM. Sebaliknya, yang tidak perlu dilakukan ialah bermalas-malasan, mengeluh, dan berpikiran negatif. Karena kita perlu memanfaatkan waktu secara produktif.
Webinar juga menghadirkan pembicara Reza Haryo (Group CFO Floaton Bahari Indonesia), Gunawan Lamri (CEO of PT. Kuliner Anak Indonesia), Muhammad Miftahun Nadzir (Dosen Entrepreneurship Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), dan Tresia Wulandari sebagai Key Opinion Leader.












