Era digitalisasi sekaligus era pandemi ini mengharuskan kita untuk bertransformasi digital dan menyesuaikan diri dengan kondisi serba digital.
Asep Suhendar sebagai anggota Relawan TIK mengatakan, selama pandemi terdapat dua fenomena yang terjadi, yaitu beberapa pekerjaan runtuh dan beberapa pekerjaan tumbuh.
“Banyak yang ketika masuk ke era pandemi itu kehilangan pekerjaan. Kebanyakan pekerjaan yang dilakukan secara offline, seperti jualan offline. Akan tetapi, ada beberapa pekerjaan yang tumbuh. Orang yang berhasil ini adalah mereka-mereka yang menguasai digital,” tutur Asep dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (01/10/2021).
Menurutnya, ketika kita cakap atau terampil berdigital, maka akan mudah bagi kita membiasakan diri terhadap perubahan yang ada. Hal itu karena kita harus menyesuaikan diri dari konvensional menjadi digital. Misalnya, dalam berjualan kita beralih dari offline menjadi online.
“Di sini, kita harus mengasah skill kita di bidang software, hardware, search enginenya, dan algoritma media sosial. Sekarang media sosial digunakan untuk konten positif khususnya sebagai ladang penghasilan,” ujarnya.
Perangkat dan software dapat memanfaatkan handphone yang kita gunakan saat ini untuk mengasah skill digital. Smartphone kita bisa dimanfaatkan untuk fotografi, videografi, dan editing untuk membuat konten. Menurutnya, ketika kita bisa membuat konten yang menarik di media sosial itu juga akan mendatangkan pembeli. Fitur atau aplikasi yang mendukung fotografi, videografi, dan editing banyak yang bisa dimanfaatkan secara gratis.
Hasil dari foto atau video tersebut nantinya akan berubah menjadi konten yang menarik. Ia memaparkan, konten ini akan diunggah pada media sosial, e-commerce, dan lainnya untuk menarik minat pembeli terhadap produk atau jasa yang kita jual. Dengan demikian, kita telah memanfaatkan keterampilan yang dimiliki menjadi sebuah penghasilan.
Webinar juga menghadirkan pembicara, Ronal Tuhatu (Psikolog), Arya Shani Pradhana (CEO & Co-Founder Tekape Workspace), Ismita Saputri (Dosen-Pengusaha-Financial Trainer), dan Almira Vania sebagai Key Opinion Leader.












