Saat ingin mencari tahu sesuatu, yang pasti dibuka adalah gawai kita lalu memilih mesin pencarian untuk segera mengetik apa yang kita belum tahu. Mesin pencarian yang paling sering digunakan di Indonesia yaitu Google. Menurut Statcounter tahun 2021 market share mesin pencarian informasi di Indonesia Google memang menempati posisi pertama sangat mendominasi dengan 98,32%, setelah itu Yahoo hanya 0,63%.
Kamal Prihandani, dosen Universitas Singaperbangsa Karawang mengatakan, sebenarnya di Google itu berbagai macam cara agar pencarian kita lebih maksimal dan efektif tidak membutuhkan waktu yang lama.
“Sebuah permasalahan yang paling sering dihadapi yaitu hasil pencarian tidak sesuai dan membutuhkan seleksi mandiri oleh pengguna karena menyesuaikan dengan pencarian yang dimaksud. Padahal sebenarnya ada caranya jika kita ingin mencari yang benar-benar spesifik atau detail,” ungkapnya saat mengisi webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (01/10/2021).
Misalnya ketika kita ingin mencari informasi dengan format dokumen PDF dan informasi dari website tertentu. Ketik saja filetype:pdf ditambah tema yang ingin dicari. Nanti akan keluar hanya file berbentuk pdf. Ini berlaku untuk semua jenis dokumen lainnya.
Bagaimana kita mengenal website dari nama domainnya ketika kita mencari informasi. Selain banyaknya hasil kita juga perlu mengetahui seberapa terpercayanya informasi yang disajikan di suatu website. Jadi jangan sampai informasi yang kita ambil, dokumen yang kita ambil itu merupakan sebuah informasi bohong.
Ada beberapa jenis nama website untuk domisili biasanya seperti Indonesia (.id), (.sg) untuk Singapura, (.my) Malaysia. “Ini dapat digunakan jika kita ingin membuat website untuk target pasar negara mana kita bisa membuat menyesuaikan negaranya,” jelasnya.
Sementara itu untuk organisasi lainnya misalnya sektor pendidikan itu domainnya (ac.id), (co.id) untuk perusahaan Indonesia, (or.id) untuk organisasi dan untuk website pemerintahan (gov.id).
Inilah salah satu kecakapan dasar dalam menggunakan internet Bagaimana kita bisa mencari informasi di mesin pencarian. Ingat mencari informasi itu hanya di mesin pencarian bukan di media sosial. Ketika membuka website mesin pencarian pun harus diteliti apa alamat websitenya. Apakah benar memang terpercaya dengan domain yang sesuai dengan instansi bersangkutan.
Webinar juga menghadirkan pembicara, dr. Frendy Winardi (Founder Royals Rejuvia), Indira Wibowo (public speaker), Dedi Mulyadi (Rektor Universitas Buana Perjuangan Karawang), dan Ibrahim Hanif sebagai Key Opinion Leader.












