Survei We Are Social Digital 2021: The Lates Insight Into The State of Digital mengungkapkan, sebanyak 202,6 juta penduduk Indonesia telah menggunakan internet. Fakta ekosistem pengguna internet di Indonesia tersebut mengungkap kenaikan sebesar 15,5% atau 27 juta pengguna dibandingkan Januari 2020 saat pandemi Covid-19 mulai terjadi.
“Berinteraksi secara digital akhirnya menjadi adaptasi baru dan setiap orang sudah harus memahami etika serta nilai-nilainya,” kata Dee Rahma, seorang Digital Marketing Strategist saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat I, pada Kamis (30/9/2021).
Apalagi menurutnya, saat berkolaborasi secara digital, perlu adanya kemampuan berinteraksi sesuai etika yang merupakan human skills dalam berkomunikasi. Termasuk juga hard skills berupa penguasaan terhadap perangkat media digital yang digunakan.
Adapun etika merupakan istilah yang berasal dari Yunani kuno, ethicos berarti timbul dari kebiasaan. Yaitu studi filsafat mengenai standar dan penilaian moral, mencakup analisis dan penerapan konsep benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.
Hal tersebut karena ilsaat berinteraksi digital, akan ada rekam jejak digitalnya berupa obrolan chat di What’sApp dan unggahan di media sosial. Sehingga dalam berinteraksi digital tentu ada tanggung jawabnya. Hal inilah yang harus disadari orang Indonesia dengan kondisi bisa disebut sudah melek digital dengan 202,6 juta pengguna internet. Dari survei Digital Civility Index (DCI) 2020 oleh Microsoft yang dirilis Februari 2021 mengungkap netizen Indonesia sebagai yang paling tidak sopan se-Asia Pasifik.
“Risiko utama ruang digital Indonesia, berita bohong dan penipuan, ujaran kebencian, dan diskriminasi,” kata Dee.
Lebih lanjut dia mengatakan, ada alasan mengapa hoaks atau berita bohong berkembang di Indonesia. Beberapa di antaranya karena banyaknya pengguna anonim, literasi digital masyarakat rendah dan mudah tersulut emosi, serta kurangnya berpikir kritis. Maka dari itu sebelum interaksi, setiap orang harus pahami dulu etika agar para penggunanya bisa menciptakan ruang digital yang sehat dan produktif.
Etika digital ini meliputi kemampuan memahami emosi dan diri sendiri sehingga punya citra diri positif. Masyarakat pun perlu berpikiran terbuka sehingga bisa saling respect dan memiliki toleransi sesuai pondasi dasar filosofi Bhineka Tunggal Ika. Kemudian kenali emosi orang lain dan pahami bahwa etika komunikasi digital sama dengan interaksi tatap muka.
Webinar Literasi Digital di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Aditya Nova, Ketua Jurusan Hotel & Pariwisata IULI, Syarief Hidayatulloh, Digital Strategist Hello Monday Morning, dan Ninik Rahayu, Tenaga Proffesional Lemhamnas RI 2021.












