Sadar atau tidak, budaya negara lain kini lebih disenangi atau diikuti oleh masyarakat Indonesia. Misalnya hal sederhana dilakukan oleh warga Korea Selatan. Sepertinya kita senang sekali untuk mengikutinya. Mereka makan menggunakan sumpit, senang makan mie instan atau juga mencampurkan makanan apapun dengan kimchi. Kita senang dengan baju Hanbook khas mereka untuk berfoto.
Padahal mengapa tidak kita mempopulerkan budaya kita sendiri kepada sesama warga negara Indonesia. Kalau bisa juga dengan warga lain di luar Indonesia. Sehingga kebudayaan kita tidak hanya dapat dinikmati di dalam negeri tapi juga go internasional.
Dede Muhammad Multazam, peneliti PPIM UIN Jakarta mengatakan, Indonesia sebagai negara yang memiliki beragam corak kebudayaan yang berbeda dari Sabang sampai Merauke. Keberagaman corak budaya merupakan suatu kebanggaan tersendiri yang patut dilestarikan dan diwariskan kepada generasi penerima sehingga keberadaannya bisa dipertahankan.
“Jangan sampai kita memiliki kebudayaan yang begitu banyaknya namun ada yang mengklaim dari negara lain. Dan Kita patut malu jika ada orang luar yang justru senang menggunakan, pandai bermain wayang atau gamelan. Mereka yang lebih tertarik kepada kebudayaan kita dibanding kita sendiri,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (04/10/2021).
Cara untuk mempertahankan kebudayaan kita itu dengan manfaatkan dunia digital dengan membuat konten-konten kebudayaan dengan sangat menarik. Keberagaman Indonesia sebagai modal, kita juga harus menyebarkan semangat keberagaman karena kita begitu kaya jadi kita harus bangga.
Memperkenalkan budaya Indonesia melalui dunia digital yang jelas kita harus memahami apa budaya yang kita ingin angkat, lalu kita memproduksinya dengan cara apapun kita bisa membuat video singkat, film dokumenter ataupun hanya foto lalu ada cerita di baliknya. Gunakan platform yang kini sedang disukai para netizen.
“Jangan lupa sekarang zamannya kolaborasi. Dengan berkolaborasi kita bisa menjaga melindungi dan melestarikan keberagaman budaya kita. Banyak profesi yang bisa berkolaborasi untuk membuat sebuah pergelaran kebudayaan yang dapat ditonton oleh seluruh masyarakat dunia. Selain itu kolaborasi juga dapat ditunjukkan antarsesama daerah bagaimana mereka bisa bersatu untuk menampilkan sesuatu persembahan,” tutupnya.
Webinar ini menghadirkan pembicara, Febriyanti Kristiani (owner @vitaminmonster), Aditianata (dosen Universitas Esa Unggul), Oktoberi Surbakti (Program Director TMP Event), dan Gabriela Citrabsebagai Key Opinion Leader.












