Menjadi pebisnis merupakan sebuah pilihan hidup. Bahkan bisa menjadi sebuah keharusan untuk berjuang hidup. Namun kini memulai bisnis nyatanya akan lebih mudah dengan kehadiran internet. Memulai bisnis itu juga dilakukan dengan sebuah proses panjang sebuah pemikiran.
Entrepreneur Rafi Faudy Saifullah Sjukrie menjelaskan, sebelum memulai bisnis ada dasar pemikiran yang harus ditentukan oleh calon pebisnis. Target pasar itu meliputi session, konsep dan target. Session maksudnya mencari market mana yang ingin kita ambil. Contohnya market kelas A, B atau C. Sebelum membuat usaha harus menentukan pasarnya untuk kalangan elit, biasa atau bawah.
“Sebelum membuat usaha diusahakan dulu target mana yang mau kita tuju sesuai juga dengan kemampuan hingga lokasi. Jika sudah dapat target mana yang diincar baru membuat konsep. Jika konsep dahulu lalu market khawatir tidak cocok. Misalnya kita ingin memiliki restoran dengan konsep mewah tapi ternyata tidak cocok dengan lokasi di sekitar situ bukan area elit,” jelasnya saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (09/10/2021).
Jika konsep dan market sudah dapat baru kita mencari tempatnya atau letak geografis yang disesuaikan dengan konsep dan target market kita. Contoh target pasar yang saya lakukan terhadap restoran saya yang pertama adalah generasi milenial. Disesuaikan mulai tempat yang didesain kekinian hingga menu yang juga disesuaikan dengan makanan minuman hits saat ini.
“Restoran saya juga berada di kawasan Tebet perbatasan Jakarta Selatan dan Timur dan identik dengan anak muda,” tuturnya.
Kemudian, Rafi juga memilih kalangan A dan B karena restoran yang ia dirikan bersatu dengan sekolah selam dan studio musik yang muridnya berada di target market A dan B. Target market saya penyelam karena sekalian dengan sekolah selam yang saya miliki juga. Sehingga nuansa lautan kental di restoran ini.
Webinar juga menghadirkan pembicara, Ronal Tuhatu (Psikolog), I Gede Putu Kresna (Relawan TIK Indonesia), Septiaji Eko Nugroho (Ketua Presidium Mafindo), dan Inayah Chairunissa sebagai Key Opinion Leader.












