PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) resmi menjual unit bisnis es krimnya ke Magnum Indonesia untuk menjaga pertumbuhan bisnis dan likuiditas. Aksi korporasi ini diperkirakan menambah laba bersih sebesar Rp3,8 triliun, sehingga total laba bersih bisa mencapai Rp6,8 triliun. Selain itu, total aset perusahaan diproyeksikan naik dari Rp16,5 triliun menjadi Rp22,2 triliun setelah transaksi, meski ada peningkatan liabilitas akibat pajak.
Bisnis es krim sebelumnya menyumbang 9,5% dari pendapatan UNVR pada 2023, tetapi terus mengalami penurunan dengan CAGR negatif 2% selama 2019–2023. Margin laba bersihnya juga turun dari 11,1% pada 2019 menjadi 7,2% pada 2023, sementara pangsa pasar menyusut dari 69,2% menjadi 61,9% hingga September 2024. Bisnis ini membutuhkan modal besar dengan capex rata-rata 8% dari penjualan, lebih tinggi dari capex Unilever yang hanya 3%.
Pada kuartal III 2024, UNVR membukukan laba bersih Rp3 triliun, turun 28,15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penjualan bersih tercatat Rp27,41 triliun, terkoreksi 10,12% dari Rp30,5 triliun tahun lalu. Penjualan dalam negeri mencapai Rp26,63 triliun, sementara ekspor turun 17,45% menjadi Rp785,7 miliar. Segmen produk rumah tangga dan perawatan tubuh mendominasi dengan Rp17,59 triliun, sementara segmen makanan dan minuman menyumbang Rp9,82 triliun.