Di usia ke-67, PT Pertamina (Persero) terus mendukung swasembada energi nasional sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita. Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan, “Pertamina telah menjadi pilar utama dalam memastikan ketersediaan energi nasional selama 67 tahun.”
Pertamina mencatat produksi migas sebesar 1 juta barel setara minyak per hari, menyumbang 69% minyak dan 34% gas nasional. Di sektor kilang, dengan kapasitas pengolahan 920 ribu barel per hari, proyek Kilang Balikpapan akan meningkatkan produksi domestik. “Optimalisasi kilang telah membawa Indonesia mandiri dalam produksi Avtur dan Solar,” tambah Simon.
Dalam distribusi, Pertamina mengoperasikan 102 kapal dengan 65 rute internasional, didukung jaringan pipa gas sepanjang 33.000 km dan 820 ribu sambungan jaringan gas rumah tangga di 18 provinsi. Selain itu, program BBM 1 Harga kini menjangkau 559 titik, sementara Pertashop hadir di 6.703 lokasi terpencil.
Sebagai pelopor energi terbarukan, Pertamina memiliki kapasitas terpasang 1.877 MW dan produksi geothermal 4.600 GWh. Perusahaan juga memimpin perdagangan karbon di Indonesia dengan pangsa pasar 95%.
Kontribusi Pertamina terhadap PDB nasional pada 2024 diperkirakan mencapai Rp1.900 triliun, sementara belanja TKDN sebesar Rp374 triliun pada 2023 menjadikannya penyumbang terbesar di antara BUMN.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot, menyoroti langkah strategis pemerintah untuk ketahanan energi, termasuk pengembangan biodiesel B35. “Kami berencana implementasi B40 tahun depan dan sedang mengkaji B50 serta bioetanol,” jelasnya.