PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI), pengelola jaringan Alfamidi, mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025 dengan laba bersih mencapai Rp792,36 miliar. Angka ini tumbuh signifikan 45,01% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp546,40 miliar, menandakan efektivitas strategi operasional dan ekspansi perseroan di tengah persaingan industri ritel.
Kinerja positif tersebut turut mendorong peningkatan laba per saham (EPS) dari Rp16,34 menjadi Rp23,70 per lembar saham. Sementara itu, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp20,64 triliun atau tumbuh 3,79% secara tahunan, mencerminkan pertumbuhan yang tetap terjaga meski konsumsi masyarakat cenderung selektif.
Kontributor utama pendapatan masih berasal dari luar Pulau Jawa yang mencapai Rp9,82 triliun. Wilayah Jabodetabek menyumbang Rp8,06 triliun, sedangkan Pulau Jawa lainnya sebesar Rp2,85 triliun. Komposisi ini menunjukkan bahwa ekspansi ke luar Jawa menjadi salah satu kunci pertumbuhan perusahaan.
Di tengah peningkatan pendapatan, beban pokok penjualan juga naik 4,03% menjadi Rp15,24 triliun. Namun demikian, perseroan tetap mampu menjaga margin dengan membukukan laba kotor sebesar Rp5,39 triliun, meningkat 3,12% dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, total aset MIDI tumbuh 4,54% menjadi Rp9,12 triliun. Ekuitas meningkat 5,85% menjadi Rp4,54 triliun, sementara liabilitas relatif terkendali di Rp4,58 triliun dengan kenaikan hanya 3,28%. Struktur keuangan ini mencerminkan kondisi fundamental yang sehat dan ruang ekspansi yang masih terbuka.
Salah satu indikator paling menonjol adalah lonjakan kas dan setara kas yang mencapai Rp576,19 miliar atau naik 52,38%. Peningkatan likuiditas ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk memperkuat jaringan gerai serta meningkatkan efisiensi operasional ke depan.
Secara industri, sektor ritel modern di Indonesia memang menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil. Data dari NielsenIQ mencatat pertumbuhan ritel FMCG Indonesia berada di kisaran 4–5% pada 2025, didorong oleh pemulihan daya beli dan ekspansi jaringan ritel modern ke kota-kota tier dua dan tiga.
Manajemen PT Midi Utama Indonesia Tbk menegaskan bahwa kinerja ini mencerminkan kekuatan model bisnis yang adaptif, dengan fokus pada efisiensi dan penetrasi pasar. “Pertumbuhan laba yang kuat didukung oleh strategi ekspansi yang selektif dan peningkatan efisiensi operasional,” menjadi gambaran arah perusahaan dalam menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika industri ritel nasional.












