PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1,50 triliun sepanjang 2025, tumbuh tipis 2,76% dibandingkan Rp1,46 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan permintaan yang relatif stabil di tengah perlambatan sektor properti dan konstruksi nasional.
Kontribusi utama pendapatan masih berasal dari penjualan bata ringan AAC ke pihak ketiga sebesar Rp1,48 triliun atau sekitar 98,92% dari total penjualan. Sementara itu, produk semen mortar hanya menyumbang Rp16,07 miliar, menegaskan ketergantungan perusahaan pada satu lini bisnis utama.
Namun di tengah pertumbuhan penjualan, laba bersih perseroan justru mengalami penurunan tajam sebesar 47,6% menjadi Rp83,94 miliar dari Rp160,30 miliar pada 2024. Penurunan ini mencerminkan tekanan signifikan pada sisi biaya yang belum mampu diimbangi oleh pertumbuhan pendapatan.
Kenaikan beban pokok penjualan menjadi faktor utama yang menekan profitabilitas. Beban ini meningkat 12,14% menjadi Rp1,11 triliun, yang berdampak pada penurunan laba kotor sebesar 17,09% menjadi Rp388,94 miliar. Hal ini mengindikasikan adanya kenaikan harga bahan baku dan biaya produksi.
Selain itu, beban usaha juga mengalami kenaikan menjadi Rp254,55 miliar, sementara beban lain-lain melonjak signifikan hingga 71,68% menjadi Rp27,12 miliar. Kombinasi tekanan biaya ini menyebabkan laba sebelum pajak turun 47,23% menjadi Rp107,25 miliar.
Secara neraca, Superior Prima Sukses tetap menunjukkan pertumbuhan dengan total aset mencapai Rp2,03 triliun atau naik 10,88% dibandingkan tahun sebelumnya. Struktur keuangan relatif solid dengan ekuitas sebesar Rp1,12 triliun dan liabilitas Rp917,33 miliar.
Dalam konteks industri, tekanan yang dialami BLES sejalan dengan kondisi sektor konstruksi nasional. Data terbaru menunjukkan pertumbuhan sektor konstruksi Indonesia pada 2025 berada di kisaran 5–6%, lebih rendah dibanding periode pemulihan pascapandemi, sementara kenaikan harga energi dan bahan baku masih menjadi tantangan utama bagi produsen material bangunan.
Meski demikian, prospek jangka panjang tetap terbuka, terutama dengan meningkatnya kebutuhan hunian dan pembangunan infrastruktur. Produk bata ringan yang lebih efisien dan ramah lingkungan menjadi keunggulan kompetitif BLES. Ke depan, fokus pada efisiensi biaya dan diversifikasi produk akan menjadi kunci untuk memulihkan margin dan menjaga daya saing di tengah dinamika industri.












