Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif bersiap menggelar Seminar Entrepreneurship bertajuk “From Campus to Business: Build the Entrepreneurship Mindset for the Future”. Kegiatan ini akan berlangsung mulai dari 19 Oktober hingga 7 November 2026 di 17 kampus UBSI di seluruh Indonesia. Seminar ini menargetkan partisipasi 6.224 mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah Kewirausahaan (Entrepreneurship).
Memiliki jiwa entrepreneur kini menjadi kebutuhan bagi mahasiswa di tengah ketatnya persaingan dunia kerja. Pola pikir ini tidak hanya bertujuan untuk mencetak pengusaha baru, namun juga melatih keberanian mahasiswa dalam berinovasi dan jeli melihat peluang. Atas dasar itulah, UBSI melalui BSI Entrepreneur Center (BEC) dan Inkubator Bisnis UBSI berupaya mendekatkan praktik bisnis langsung ke lingkungan kampus.
Ketua Inkubator Bisnis dan BEC UBSI, Mugi Raharjo, menegaskan bahwa fondasi paling krusial dalam berwirausaha adalah pola pikir yang tangguh.
“Melalui seminar ini, kami ingin mahasiswa UBSI tidak hanya memahami entrepreneurship sebagai sebuah mata kuliah, tapi juga menjadikannya sebagai mindset dalam menghadapi masa depan,” ujar Mugi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/10/2026).
Ia menambahkan, mahasiswa dituntut memiliki keberanian mengambil risiko yang terukur.
Lebih lanjut, seminar ini dirancang secara khusus untuk menghubungkan teori di ruang kelas dengan dinamika nyata di dunia usaha. Nantinya, mahasiswa akan diajak praktik langsung mulai dari memvalidasi ide, menyusun rencana bisnis, membaca kebutuhan pasar, hingga mengelola keuangan dasar. Karakter adaptif, inovatif, dan pantang menyerah menjadi fokus utama yang ingin ditanamkan kepada seluruh peserta.
Menurut Mugi, target besar dari kegiatan ini adalah mengubah orientasi mahasiswa dari sekadar pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta lapangan kerja (job creator).
“Target akhirnya bukan sekadar mahasiswa memiliki ide bisnis, tetapi bagaimana mereka berani membawa ide tersebut menjadi sesuatu yang nyata dan memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.
Kemampuan memecahkan masalah ini juga dinilai sangat relevan sebagai bekal di dunia profesional apa pun nantinya.
Program yang diselenggarakan serentak di berbagai wilayah seperti Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Kalimantan ini akan membuka ruang kolaborasi bagi sivitas akademika.
Ia berharap, kedepannya, langkah ini mampu memperkuat ekosistem kewirausahaan yang solid di lingkungan kampus. “Ide-ide sederhana dari bangku kuliah tidak hanya berhenti pada konsep, melainkan terwujud menjadi solusi nyata bagi Masyarakat,” tutupnya.












