Indramayu , – PT Polytama Propindo, produsen resin polipropilena terkemuka di Indonesia, terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan strategis guna mendukung kelancaran pengembangan industri petrokimia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan kunjungan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Cirebon, Letkol Laut (P) Mizar Hanoeng, beserta jajaran di Plant Site Polytama, Balongan, Indramayu, Kamis (29/10).
Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan, meningkatkan kesepahaman bersama, serta memperkuat koordinasi dalam mendukung berbagai program strategis perusahaan, sekaligus memperkuat sinergi dalam mendukung keamanan kawasan operasional. Melalui komunikasi yang terbuka dan berkesinambungan, Polytama dan Lanal Cirebon sepakat membangun kolaborasi yang memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan industri, masyarakat, dan daerah.
Kegiatan diawali dengan pemaparan profil perusahaan dan perkembangan bisnis Polytama, termasuk pengembangan Polypropylene Plant Balongan (PPB Project). Sebagai produsen resin polipropilena dengan merek Masplene®, Polytama terus berkomitmen memperkuat perannya dalam mendukung kebutuhan bahan baku industri hilir nasional. Melalui PPB Project, perusahaan tengah melakukan pengembangan fasilitas produksi dengan tambahan kapasitas sebesar 300 ribu ton per tahun, yang akan meningkatkan total kapasitas produksi Polytama dari 300 ribu menjadi 600 ribu ton per tahun.
Sejalan dengan pengembangan tersebut, aspek keamanan dan kelancaran pembangunan menjadi perhatian penting bagi perusahaan Karena itu pelaksanaan proyek perlu ditunjang koordinasi yang baik dengan para pemangku kepentingan terkait, sesuai dengan kewenangan, ketentuan, dan peraturan yang berlaku. Dalam pertemuan tersebut, dibahas penguatan kerja sama di bidang pengamanan. Sinergi ini diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan operasional yang aman dan kondusif, terutama seiring dengan berlangsungnya pengembangan proyek strategis perusahaan di Balongan.
Komandan Lanal Cirebon, Letkol Laut (P) Mizar Hanoeng, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang selama ini telah terjalin antara Lanal Cirebon dan Polytama. “Kami mengapresiasi kerja sama yang selama ini telah terjalin antara Lanal Cirebon dan Polytama. Ke depannya, tentu terdapat peluang untuk memperbarui dan memperkuat kerja sama tersebut. Melalui silaturahmi ini, kami berharap hubungan baik yang telah terbangun dapat terus berlanjut dan semakin erat, sehingga Lanal Cirebon sebagai institusi yang berperan dalam menjaga keamanan wilayah dan Polytama sebagai pelaku usaha dapat terus bersinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi keberlangsungan kegiatan industri,” ujar Letkol Laut (P) Mizar Hanoeng.
Presiden Direktur Polytama, Permono Avianto, menyampaikan bahwa hubungan dan koordinasi yang baik dengan para pemangku kepentingan merupakan bagian penting dalam mendukung keberlangsungan operasional serta pengembangan bisnis perusahaan. Menurutnya, sinergi dengan berbagai institusi terkait diperlukan untuk menciptakan lingkungan usaha yang kondusif sekaligus mendukung kelancaran aktivitas industri.
Selain aspek pengamanan, pertemuan juga membahas peluang kolaborasi dalam program pembinaan teritorial dan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), khususnya bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional Polytama. Desa Limbangan menjadi salah satu wilayah yang berpotensi dikembangkan melalui sinergi antara Polytama dan Lanal Cirebon.
“Polytama berkomitmen untuk terus membangun komunikasi dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap hubungan baik dengan Lanal Cirebon dapat semakin diperkuat, baik dalam mendukung aspek keamanan maupun melalui berbagai inisiatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar Permono.
Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan, Danlanal Cirebon beserta jajaran juga berkesempatan melakukan plant tour ke area operasional dan pengembangan PPB Project. Melalui peninjauan langsung ini, rombongan memperoleh gambaran lebih dekat mengenai aktivitas operasional Polytama, fasilitas produksi, serta pengembangan infrastruktur yang tengah berlangsung untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi perusahaan. Kunjungan lapangan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan lebih jauh aktivitas industri Polytama dan peran pengembangan PPB Project dalam mendukung pertumbuhan industri petrokimia nasional.
Permono menegaskan, sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan merupakan bagian penting dalam memastikan proyek strategis perusahaan dapat berjalan secara optimal. Menurutnya, komunikasi dan koordinasi yang baik menjadi fondasi untuk membangun kesepahaman bersama sekaligus mendukung keberlanjutan pengembangan industri di daerah.
“Kami percaya sinergi ini akan menjadi fondasi penting untuk menjamin kelancaran pembangunan dan keberlanjutan proyek PPB yang menjadi tulang punggung ekspansi kami ke depan. Dukungan dan komunikasi yang baik dengan berbagai pihak menjadi elemen penting agar seluruh tahapan pengembangan dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat yang luas,” ujar Permono .
Permono menambahkan, pengembangan proyek tidak hanya ditentukan oleh pencapaian teknis, tetapi juga oleh konsistensi perusahaan dalam menerapkan prinsip keselamatan, kepatuhan, efisiensi, dan tata kelola yang baik. Karena itu, Polytama terus mengedepankan koordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk mendukung pelaksanaan proyek secara bertanggung jawab.
Selain aspek keamanan, Polytama juga fokus pada keberlanjutan proyek. Polytama berkomitmen menjalankan proyek sesuai prinsip On Target, On Budget, On Spec, On Safety, dan On Regulation. Prinsip ini menjadi pedoman untuk memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai target, anggaran, spesifikasi, standar keselamatan, dan ketentuan yang berlaku.
Bagi Polytama, pengembangan Proyek PPB merupakan investasi jangka panjang yang diharapkan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan industri sekaligus perekonomian daerah. Pembangunan infrastruktur pendukung dan peningkatan kapasitas produksi berpotensi menciptakan peluang kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung, serta membuka ruang partisipasi lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal. Dengan semakin berkembangnya aktivitas industri, rantai nilai ekonomi lokal berpotensi tumbuh dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan aktivitas usaha serta penerimaan daerah.
Penguatan sinergi dengan Lanal Cirebon merupakan bagian dari pendekatan kolaboratif Polytama dalam membangun ekosistem industri yang didukung hubungan kelembagaan yang baik. Kesamaan pemahaman mengenai pentingnya koordinasi, kepatuhan terhadap regulasi, dan dukungan terhadap program strategis diharapkan dapat menjadi modal bagi keberlanjutan pengembangan perusahaan sekaligus kemajuan daerah.
Polytama optimistis bahwa pengembangan Proyek PPB dapat memperkuat posisi perusahaan dalam industri petrokimia Indonesia, meningkatkan keandalan pasokan bahan baku, serta mendukung pertumbuhan industri hilir yang membutuhkan polipropilena. Dalam jangka panjang, penguatan kapasitas produksi dalam negeri diharapkan turut menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional dan meningkatkan daya saing industri Indonesia.
Melalui kunjungan Danlanal Cirebon ini, Polytama menegaskan pentingnya menjaga komunikasi yang berkesinambungan, memperkuat koordinasi, serta membangun kesepahaman bersama dengan seluruh pemangku kepentingan. Ke depan, sinergi yang semakin kuat diharapkan tidak hanya mendukung keamanan dan keberlangsungan operasional perusahaan, tetapi juga turut menciptakan lingkungan yang kondusif serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pembangunan wilayah Indramayu.












