Tantangan di dunia digital salah satunya ialah adanya kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO). Ternyata jumlahnya tidak kalah banyak dengan kekerasan berbasis gender di dunia luar jaringan.
Tindakan kekerasan tersebut memiliki niatan atau maksud melecehkan korban berdasarkan gender atau seksual. KBGO bertindak langsung dan banyak sekali kerugian bagi korban. Mereka akan dirugikan secara fisik, mental, seksual, ancaman dan hilangnya kemerdekaan.
Menurut Erri Gandjar General Affair Director Radio Oz Bali mengutip laporan dari Safenet, KBGO yang banyak terjadi dalam bentuk pelanggaran privasi mengakses, menggunakan atau memanipulasi menyebarkan data pribadi berupa foto, video serta informasi dan konten pribadi tanpa persetujuan pemilik atau doxing. Kemudian juga menggali atau menyebarkan Informasi pribadi seseorang tanpa izin.
“Konten online yang menjadikan perempuan sebagai objek seksual penggunaan gambar yang tidak senonoh untuk merendahkan perempuan itu termasuk bentuk pelecehan. Bukan hanya itu beberapa konten terkadang sering mempermalukan perempuan karena mengekspresikan pandangan yang tidak formatif ancaman serius yang menyangkut dengan perdagangan perempuan. Isu-isu yang sekilas biasa namun didalamnya mengandung KBGO,” jelasnya saat webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (8/9/2021).
Ada juga perusakan reputasi identitas dengan cara berbagi data pribadi yang salah dengan tujuan untuk merusak reputasi seseorang. Membuat konten palsu mencuri identitas seseorang untuk merusak citra atau kredibilitas orang.
Erri berpendapat, etika dalam komunikasi untuk menghindari KBGO, ketika etika diabaikan dalam komunikasi melalui media digital bahaya KBGO dapat mengintai. “Perhatikan informasi diri di media sosial juga foto dan segala aktivitas. Keamanan digital juga utama untuk mencegah tindak kekerasan semacam ini,” lanjutnya.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (8/9/2021) siang, juga menghadirkan pembicara Dera Firmansyah (podcaster), Iwan Kemrianto (Pebisnis Properti), Muhammad Arifin (Relawan TIK Indonesia), dan Inayah Chairunissa sebagai Key Opinion Leader.












