Kreator konten menjadi sebuah profesi yang menjanjikan dan diinginkan oleh para warga digital. Terlihat seorang kreator konten itu mengerjakan segala sesuatu yang mereka sukai.
Seperti pengalaman yang dirasakan Ribka seorang entrepreneur dan juga kreator konten. Dia menceritakan apa yang dikerjakan sekarang ini merupakan hal yang memang dia geluti. Namun ketika sudah menjadi sebuah profesi kini ia menjadikan Kreator Konten sebagai pekerjaan profesional yang yang penuh tanggung jawab lagi sekadar hobi.
Ketika sebuah hobi telah menjadi profesi maka tanggung jawabnya lebih begitu juga dengan konsistensi yang harus dijaga. Jika ingin menjadi Kreator Konten munculkan karakteristik diri dan bangun sedini mungkin.
“Seperti apa diri kita, berhubungan juga dengan potensi. Ini tentu sesuai dengan apa yang kita minat dan kita kerjakan. Misalnya kita seorang yang mempunyai karakteristik ceria dan juga potensi tata rias. Kita dapat memadupadankan itu menjadi sebuah ciri khas. Bagaimana ketika sedang make-up kita selalu bergaya ceria dan senang,” jelasnya saat menjadi Key Opinion Leader dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (21/9/2021).
Bagaimana caranya tentu dengan membuat sebuah konten yang memunculkan rasa penasaran para penikmatnya. Sehingga mereka ingin melihat, misalnya bagaimana cara tutorial membuat sesuatu yang membuat penasaran. Lalu juga perhatikan cara berkomunikasi kita.
“Berkomunikasi yang baik dan mudah dimengerti lalu kita juga dalam membuat konten itu harus jujur. Maksudnya adalah kita membuat ini atas ide orisinil kita sendisi. Jika terinspirasi dari siapa, dapat sebutkan siapa yang telah menginspirasi,” ungkap Ribka.
Terakhir, konsistensi ini menjadi teramat penting karena para pengikut kit akan selalu menunggu konten. Jngan sampai tidak membua konten selama berbulan-bulan, bisa jadi akan terlupakan karena kini konten dan para kreator nya sudah sangat banyak.
Webinar juga menghadirkan pembicara Lucia Palupi (Praktisi Event Organizer), Byarlina Gyamitri (Psikolog), Kis Uriel (Story Telling Coach) dan Martin Anugerah (Kreator Konten).












