Transformasi digital membuat masyarakat mau tidak mau harus berbudaya digital. biasanya dimulai dengan satu anggota keluarga yang memang terbiasa menggunakan digital lalu akan mengajarkan anggota keluarga lainnya.
Menurut, Chairi Ibrahim, Digital marketing consultant ketika sedang mengenalkan budaya digital ini kepada anggota keluarga. Sebaiknya seseorang juga tidak lupa juga mengajarkan untuk berbudaya digital dengan bijak.
“Bagaimana untuk selalu menghadirkan simpati dan empati Saat berinteraksi di ruang digital. Kita jangan lupa untuk memberi pemahaman itu seperti halnya saat kita semua ada di dunia nyata,” ujarnya dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (01/10/2021).
Sebab pada saat ini mungkin sejak tahun 2014 sampai sekarang ketika seseorang masuk ke dalam dunia digital. Rasa simpati dan empati itu hilang, jadi kita seperti hidup di dunia yang serba memberikan dampak buruk. Ini memang pekerjaan rumah bagi kita semua, harus saling mengingatkan bukan hanya tugas para pegiat literasi digital saja.
Tetapi semua warga digital untuk mengingatkan agar berbuat sopan, baik, ramah di ruang digital. Kita patut untuk menyebarluaskan mengenai literasi digital ini mengingatkan untuk selalu berbuat etis dan etika di ruang di kita terhadap siapapun pengguna internet.
“Saya pun sering mengingatkan ibu saya karena beliau sering memposting dan membagikan informasi-informasi yang beliau dapat dari teman-temannya. Saya sering bertanya apakah ibu sudah baca sampai selesai apa yang dibagikan itu. Akhirnya saya terus edukasi beliau untuk baca dulu informasi yang didapat sampai selesai. Apakah ini benar atau tidak, cari dulu kebenarannya boleh dikirim ke saya dulu nanti saya yang akan mencari tahu.
Lalu penting tidak untuk dibagikan kepada temen-temen perlukah mereka kalau memang iya baru boleh dibagikan,” cerita Chairi.
Ingatkan untuk juga bertoleransi dan berdemokrasi di ruang digital. Jangan sampai kita tersinggung atau marah ketika seseorang memposting mengenai agamanya. Padahal itu merupakan hak dari seseorang itu kmenggunakan media digital untuk membagikan ilmu agama.
Dengan adanya saling mengingatkan dari anak muda kepada orang tua begitupun sebaliknya. Dan juga bagaimana orang tua dapat edukasi anak-anak remaja yang mulai masuk dunia digital ini diharapkan mampu membuat ruang digital menjadi lebih baik.
CEO TMP Event ini mengungkapkan, membangun budaya digital tentu bukanlah hal yang mudah. Namun yang pasti transformasi digital menuntut komitmen kuat dari masing-masing individu dalam membangun budaya digital yang baik. Webinar juga menghadirkan pembicara, Dicky Renaldi (Kreator Konten), Rabindra Soewardana (Radio Oz Bali












